:strip_icc()/kly-media-production/medias/5407771/original/098672200_1762754147-Galaxy_XR.jpg)
Samsung siap memperluas jangkauan pasar perangkat _extended reality_ (XR) terbarunya, Galaxy XR, ke empat negara baru pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi agresif perusahaan untuk memperkuat posisinya di pasar XR global yang semakin kompetitif. Empat negara yang dilaporkan akan menjadi target ekspansi Samsung adalah Jerman, Prancis, Kanada, dan Inggris.
Perangkat Samsung Galaxy XR sendiri telah resmi diluncurkan pada 21 Oktober 2025, dengan ketersediaan awal di Amerika Serikat dan Korea Selatan. Headset ini dibanderol dengan harga sekitar $1.799,99 atau $1.800. Galaxy XR beroperasi menggunakan sistem operasi Android XR, sebuah platform yang dikembangkan bersama oleh Samsung, Google, dan Qualcomm, yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman imersif yang didukung kecerdasan buatan (AI).
Menurut laporan yang beredar, daftar negara untuk ekspansi pada tahun 2026 ini belum bersifat final, dan Samsung kemungkinan akan menambah lebih banyak negara seiring dengan peningkatan produksi dan kematangan platform. Ekspansi pasar yang lebih luas ini dipandang krusial oleh analis industri. Hal ini tidak hanya akan membantu Samsung dalam bersaing secara langsung dengan produk sejenis seperti Apple Vision Pro dan Meta Quest Pro, tetapi juga akan memperkuat fondasi platform Android XR di pasar global.
Dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan beberapa pesaingnya, Galaxy XR diharapkan dapat menjangkau lebih banyak konsumen di wilayah baru, menandai tonggak penting bagi masa depan platform _extended reality_ secara keseluruhan. Perangkat ini hadir sebagai penawaran premium dengan spesifikasi canggih, termasuk layar micro-OLED 4K ganda, RAM 16GB, penyimpanan 256GB, dan _chipset_ Qualcomm Snapdragon XR2+ Gen 2. Integrasi AI, terutama melalui Gemini dari Google, juga menjadi fitur utama yang memungkinkan interaksi multibahasa dan pengalaman yang lebih imersif.