:strip_icc()/kly-media-production/medias/5444660/original/030620800_1765785130-Apple_Tambah_Akademi_dan_Institut_Baru_di_2026_01.png)
Permintaan akan talenta pengembang iOS di Indonesia semakin tinggi, mendorong Apple untuk terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia digital di negara ini. Seiring dengan pertumbuhan pesat ekonomi aplikasi iOS, Apple mengumumkan rencana untuk memperluas jaringannya dengan menambahkan akademi dan institut baru pada tahun 2026.
Apple telah mengalirkan investasi sebesar Rp 1,6 triliun untuk mendukung program Apple Developer Academy di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para peminat dunia coding dan digital agar menjadi profesional kelas dunia. Saat ini, Apple Developer Academy telah beroperasi di tiga lokasi utama: BSD (Tangerang), Universitas Ciputra (Surabaya), dan Nongsa Digital Park (Batam). Pada bulan Agustus 2025, Apple juga telah meresmikan akademi keempatnya di Bali. Untuk angkatan 2026, Apple Developer Academy akan menyambut peserta di lokasi baru yang strategis di Jakarta Pusat.
Angkatan berikutnya dari program akademi ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Maret 2026 hingga Desember 2026, menandakan komitmen berkelanjutan Apple dalam memperkuat ekosistem talenta digital Indonesia. Program yang berlangsung selama 9 hingga 10 bulan ini mencakup dasar-dasar coding, desain, pemasaran, manajemen proyek, serta keterampilan profesional lainnya, membekali siswa dengan keahlian lengkap untuk menjadi pengembang dan wirausahawan kelas dunia.
Hingga saat ini, lebih dari 2.500 pengembang telah menyelesaikan program akademi tersebut. Sebuah bukti nyata dari dampak positif program ini adalah 90 persen lulusannya berhasil mendapatkan pekerjaan yang berarti di berbagai sektor, termasuk pendidikan, e-commerce, transportasi, dan keberlanjutan. Keberhasilan para alumni ini turut memenuhi kebutuhan industri teknologi Indonesia yang terus berkembang, dengan permintaan tinggi untuk peran seperti pengembang iOS, pakar DevOps, ilmuwan data, dan pakar keamanan siber. Gaji bulanan rata-rata untuk pengembang iOS di Indonesia berkisar antara Rp 4.000.000 hingga Rp 7.000.000.
CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya telah menyatakan kegembiraannya atas potensi luar biasa Indonesia dan berkomitmen untuk terus hadir di negara ini. President Joko Widodo juga telah meminta Apple untuk meningkatkan penggunaan komponen domestik Indonesia dalam produk Apple guna memberikan nilai tambah bagi negara. Dengan ekspansi akademi dan investasi yang terus meningkat, Apple tidak hanya membina talenta digital tetapi juga turut mendorong Indonesia menjadi bagian penting dari rantai pasok global.