Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Banjir Sumatera: #PrayForSumatera Kuasai X, Netizen Aktif Berbagi Info dan Doa

2025-11-28 | 12:23 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T05:23:29Z
Ruang Iklan

Banjir Sumatera: #PrayForSumatera Kuasai X, Netizen Aktif Berbagi Info dan Doa

Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera telah memicu perhatian luas di platform media sosial X, dengan tagar #PrayForSumatera kini mendominasi linimasa. Warganet secara aktif mengunggah pembaruan situasi bencana, berbagi foto dan video kondisi terkini, serta mengirimkan doa dan seruan bantuan.

Bencana hidrometeorologi ini telah melanda setidaknya tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejak akhir pekan 22-23 November 2025, dipicu oleh pola cuaca ekstrem, hujan deras tak henti, serta pengaruh Siklon Tropis KOTO dan bibit Siklon 95B.

Di Sumatera Utara, data terbaru per Kamis (27/11/2025) malam menunjukkan 62 jiwa meninggal dunia dan 65 orang lainnya masih dalam pencarian intensif. Sebanyak 9.845 warga terpaksa mengungsi akibat 367 insiden bencana yang didominasi oleh banjir (214 kejadian) dan tanah longsor (135 kejadian) di 20 wilayah. Wilayah yang terdampak parah meliputi Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, Padang Sidempuan, dan Deli Serdang. Akses jalan di banyak lokasi terputus total, dan jaringan listrik serta telekomunikasi turut terganggu, menyebabkan beberapa daerah terisolasi.

Sementara itu, di Sumatera Barat, sembilan orang meninggal dunia hingga Kamis (27/11/2025) siang, tersebar di Kabupaten Pasaman Barat (satu orang), Kabupaten Agam (tiga orang), dan Kota Padang (lima orang). Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 8 Desember 2025. Sebanyak 13 kabupaten dan kota, termasuk Padang Pariaman, Kota Padang, dan Tanah Datar, menghadapi dampak banjir dan longsor. Sekitar 3.362 warga Kota Solok menjadi korban banjir. Jalur Padang-Solok dan Padang-Bukittinggi di kawasan Kelok Sembilan juga sempat lumpuh akibat longsor.

Di Provinsi Aceh, bencana banjir dan longsor menyebabkan 30 orang meninggal dunia dan 16 lainnya masih dinyatakan hilang hingga Kamis (28/11/2025). Tercatat 119.998 jiwa terdampak dan 20.759 orang mengungsi di 16 kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi Aceh telah menetapkan status darurat bencana selama 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025. Banjir bandang telah memutus akses jalan, merendam permukiman, dan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa kabupaten.

Di tengah situasi darurat ini, seruan untuk mengalihkan perhatian publik dari "drama tumbler" yang sempat viral dan fokus pada bencana kemanusiaan di Sumatera mengemuka di X. Unggahan-unggahan yang mendesak perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat memicu tagar #PrayForSumatera melonjak drastis, disertai ribuan suka dan unggah ulang. Warganet mengecam minimnya sorotan media terhadap skala bencana besar ini dibandingkan dengan isu-isu sepele, mendorong publik untuk menyuarakan kondisi saudara-saudari di Sumatera.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah terdampak hingga 28 November 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pendataan dan mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada dan segera mengevakuasi diri ke lokasi aman jika terdampak.