Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

EV, HEV, PHEV: Panduan Lengkap Mengurai Perbedaan dan Memilih yang Tepat

2025-11-28 | 12:10 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T05:10:43Z
Ruang Iklan

EV, HEV, PHEV: Panduan Lengkap Mengurai Perbedaan dan Memilih yang Tepat

Transformasi industri otomotif menuju era elektrifikasi semakin terasa. Berbagai jenis kendaraan ramah lingkungan kini hadir di pasar, menawarkan opsi yang berbeda sesuai kebutuhan pengendara. Namun, seringkali muncul kebingungan mengenai perbedaan antara Electric Vehicle (EV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Memahami karakteristik masing-masing sangat penting agar Anda dapat memilih kendaraan yang paling sesuai.

EV (Electric Vehicle) atau BEV (Battery Electric Vehicle)
Kendaraan Listrik (EV), atau yang lebih spesifik disebut Battery Electric Vehicle (BEV), adalah kendaraan yang sepenuhnya ditenagai oleh motor listrik. Sumber energinya berasal dari paket baterai bertegangan tinggi yang dapat diisi ulang melalui stasiun pengisian listrik eksternal. Mobil jenis ini tidak memiliki mesin pembakaran internal (ICE) dan tidak menghasilkan emisi gas buang sama sekali saat beroperasi, menjadikannya pilihan paling ramah lingkungan. Keunggulan BEV meliputi biaya operasional yang lebih rendah karena tidak memerlukan bahan bakar fosil, perawatan yang lebih minim karena komponen yang bergerak lebih sedikit, serta pengalaman berkendara yang senyap dan responsif berkat torsi instan dari motor listrik. Namun, BEV memiliki keterbatasan pada jarak tempuh yang bergantung pada kapasitas baterai (sering disebut range anxiety) dan waktu pengisian daya yang bisa cukup lama, meskipun teknologi pengisian cepat terus berkembang.

HEV (Hybrid Electric Vehicle)
Hybrid Electric Vehicle (HEV) adalah kendaraan yang menggabungkan dua sumber tenaga: mesin pembakaran internal (biasanya bensin) dan motor listrik. Berbeda dengan BEV, baterai pada HEV tidak dapat diisi ulang melalui colokan listrik eksternal. Pengisian daya baterai terjadi secara otomatis melalui sistem pengereman regeneratif (mengubah energi kinetik saat pengereman menjadi listrik) atau dari mesin bensin itu sendiri. Motor listrik pada HEV biasanya bekerja pada kecepatan rendah atau saat lalu lintas padat untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi. Saat membutuhkan tenaga lebih, seperti saat akselerasi atau kecepatan tinggi, mesin bensin akan mengambil alih atau bekerja bersama motor listrik. Keunggulan HEV adalah efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan mobil konvensional dan emisi yang lebih rendah, tanpa kekhawatiran kehabisan daya karena selalu ada mesin bensin sebagai cadangan. HEV juga dianggap praktis dan mudah digunakan karena pengemudi tidak perlu memikirkan pengisian daya eksternal.

PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle)
Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dapat digambarkan sebagai jembatan antara HEV dan BEV. Seperti HEV, PHEV juga menggunakan kombinasi mesin pembakaran internal dan motor listrik. Namun, perbedaan utamanya terletak pada kapasitas baterai PHEV yang lebih besar dibandingkan HEV, dan yang terpenting, baterainya dapat diisi ulang dari sumber listrik eksternal melalui colokan, mirip dengan BEV. PHEV mampu beroperasi dalam mode listrik murni untuk jarak yang lebih jauh, biasanya antara 40 hingga 80 kilometer tergantung modelnya, sebelum kemudian beralih ke mode hibrida (menggunakan bensin dan listrik) saat daya baterai habis. Fleksibilitas ini menjadi daya tarik utama PHEV, di mana pengguna bisa menikmati berkendara bebas emisi untuk perjalanan harian singkat dan tetap memiliki jangkauan jauh tanpa khawatir kehabisan daya berkat mesin bensin. Meskipun demikian, PHEV umumnya memiliki biaya pembelian yang lebih tinggi dibandingkan HEV dan perawatan yang lebih kompleks karena menggabungkan dua sistem tenaga. Efisiensi bahan bakar PHEV juga akan menurun jika baterainya tidak rutin diisi ulang secara eksternal.

Secara sederhana, BEV adalah mobil listrik murni, PHEV adalah mobil bensin yang bisa juga berfungsi sebagai mobil listrik dengan pengisian daya eksternal, sedangkan HEV adalah mobil bensin yang dibantu oleh tenaga listrik tanpa pengisian daya eksternal. Pemilihan jenis kendaraan ini sangat bergantung pada kebutuhan dan gaya hidup pengemudi, mulai dari jarak tempuh harian, akses ke fasilitas pengisian daya, hingga anggaran yang tersedia.