Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Google Meet Down Gemparkan Dunia Tekno: Jadi Sorotan Utama

2025-11-28 | 05:21 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-27T22:21:58Z
Ruang Iklan

Google Meet Down Gemparkan Dunia Tekno: Jadi Sorotan Utama

Layanan konferensi video Google Meet mengalami gangguan signifikan pada Rabu siang, 26 November 2025, menyebabkan ribuan pengguna di berbagai negara, terutama di kawasan Asia seperti Indonesia dan India, tidak dapat mengakses platform tersebut. Insiden ini menimbulkan keluhan meluas di media sosial dan mengganggu berbagai aktivitas produktif.

Menurut laporan, gangguan mulai dirasakan sekitar pukul 12.33 WIB di Indonesia, dengan laporan yang melonjak tajam dalam hitungan menit. Pengguna mengalami kesulitan untuk masuk ke ruang rapat virtual, mendapati pesan kesalahan seperti "Server mengalami gangguan sementara dan tidak dapat memenuhi permintaan Anda" atau "502 Bad Gateway". Beberapa pengguna melaporkan antarmuka yang lambat, layar kosong setelah mencoba bergabung, atau bahkan kegagalan untuk memuat situs web Meet.

Dampak dari gangguan ini sangat terasa di tengah jam produktif, menghentikan rapat daring, koordinasi kerja, kegiatan belajar mengajar jarak jauh, hingga wawancara penting. Banyak perusahaan dan institusi pendidikan yang bergantung pada Google Meet terpaksa menunda agenda mereka, menyebabkan efek domino pada produktivitas dan alur komunikasi.

Keluhan membanjiri platform media sosial seperti X (sebelumnya Twitter), dengan pengguna meluapkan rasa frustrasi mereka dan bahkan melahirkan berbagai meme humoris terkait insiden ini. Pengguna mempertanyakan stabilitas layanan dan mendesak Google untuk segera melakukan pemulihan.

Google sendiri mengonfirmasi adanya "gangguan layanan" pada platform Meet melalui Google Workspace Status Dashboard. Dalam laporan insiden awal, Google menjelaskan bahwa penyebab gangguan adalah masalah pada server frontend web Meet yang berlokasi di wilayah metropolitan Singapura, yang bertanggung jawab menangani koneksi untuk pengguna di Asia. Masalah ini bermula dari pembaruan perangkat lunak ke server frontend web, yang kemudian dipicu oleh kombinasi pola lalu lintas dan perubahan kode yang menciptakan risiko thread deadlock. Kondisi ini menyebabkan server mengalami kesalahan Out-Of-Memory (OOM) dan task crashes, sehingga tidak dapat memproses permintaan pengguna dengan benar. Google juga mencatat bahwa pengguna seluler tidak terpengaruh, dan menyarankan penggunaan aplikasi seluler sebagai solusi sementara. Gangguan ini dilaporkan berlangsung selama 5 jam 10 menit.

Insiden ini terjadi hanya seminggu setelah gangguan besar pada perusahaan infrastruktur web Cloudflare yang melumpuhkan beberapa situs web besar, dan juga setelah gangguan signifikan Google Meet di Amerika Serikat pada September 2025 yang mempengaruhi lebih dari 15.000 pengguna.