Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kiprah Meutya Hafid Mengukuhkan Perempuan sebagai Penggerak Digital via Sisternet

2025-11-30 | 20:09 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T13:09:18Z
Ruang Iklan

Kiprah Meutya Hafid Mengukuhkan Perempuan sebagai Penggerak Digital via Sisternet

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus menegaskan komitmennya dalam memberdayakan perempuan di era digital, dengan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid secara aktif mendorong perempuan untuk menjadi pemimpin digital melalui program Sisternet. Meutya Hafid, yang menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Digital sejak 21 Oktober 2024, melihat Sisternet sebagai inisiatif krusial untuk mencetak pemimpin perempuan di sektor digital masa depan di Indonesia.

Program Sisternet merupakan hasil kolaborasi antara Komdigi dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital, memberikan akses edukasi perlindungan ruang siber, dan memperkuat peran perempuan sebagai pilar ekonomi digital lokal. Melalui program ini, Komdigi menargetkan lebih dari 1,2 juta perempuan Indonesia untuk mendapatkan literasi digital. Selain itu, Sisternet juga menargetkan untuk mendigitalisasi sekitar 1 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dimiliki perempuan di Indonesia pada tahun 2025. Hingga saat ini, Sisternet telah berhasil menjangkau 1,3 juta perempuan di seluruh Indonesia sebagai wadah edukasi dan literasi digital. Melalui gerakan terbaru #1JutaSisterDigital, Sisternet bersama Komdigi akan mendukung 1 juta perempuan Indonesia berikutnya untuk memasuki dunia digital melalui literasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Dalam berbagai kesempatan, seperti Forum XLSmart for Business Bravo 500 Summit 2025 pada 24 Juli 2025, Meutya Hafid menekankan bahwa Sisternet adalah langkah konkret untuk mengatasi kesenjangan digital antargender. Menurutnya, perempuan yang berdaya secara digital akan menjadikan keluarga dan masyarakat lebih tangguh di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya kemajuan teknologi. Program ini menyediakan modul pembelajaran literasi digital, edukasi tentang pencegahan kekerasan di ruang digital, serta forum komunitas. Komdigi juga menyediakan platform Learning Management System (LMS) untuk akses materi dan proses pembelajaran yang terintegrasi penuh.

Menteri Hafid menyoroti bahwa meskipun perempuan mengisi 49,1 persen atau hampir separuh dari 221,56 juta pengguna internet di Indonesia, kontribusi aktif mereka di sektor tenaga kerja teknologi masih sangat minim, hanya mencapai 27 persen, jauh di bawah rata-rata global yang menyentuh 40 persen. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun keberanian dan literasi digital perempuan Indonesia sejak dini, mendorong mereka untuk percaya diri berbicara dan berpendapat, serta menggunakan internet untuk mengakses ilmu pengetahuan.

Inisiatif Sisternet juga berkontribusi pada target besar pemerintah untuk melatih 9 juta talenta digital hingga tahun 2030, dengan fokus khusus pada kelompok rentan dan perempuan. Pada 18 Oktober 2025, Sisternet Festival 2025 diluncurkan, menegaskan kembali komitmen terhadap keberlanjutan program pemberdayaan perempuan ini. Sementara itu, dalam acara She-Connects Kemkomdigi 2025 di Bali pada 10 Oktober 2025, Meutya Hafid mengajak perempuan Indonesia di industri teknologi untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam ekosistem digital nasional. Kementerian Komunikasi dan Digital terus berupaya menciptakan ekosistem digital yang aman dan berkeadilan gender, dengan telah diterbitkannya PP Tunas perlindungan anak digital sebagai langkah progresif.