:strip_icc()/kly-media-production/medias/5421695/original/079652200_1763956946-Logo_Hari_Guru_Nasional_2025.png)
Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 pada Selasa, 25 November 2025, menjadi sorotan di platform media sosial X, di mana doa dan harapan warganet untuk masa depan pendidikan Indonesia ramai diperbincangkan. Sejak pagi, frasa "Selamat Hari Guru Nasional" telah menjadi topik yang sedang tren di platform tersebut. Momen ini diperingati sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para guru dalam mencerdaskan bangsa.
Tema yang diusung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk HGN 2025 adalah "Guru Hebat, Indonesia Kuat". Tema ini menekankan peran sentral guru sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan memajukan bangsa, serta menegaskan kembali bahwa guru adalah ujung tombak pembangunan SDM Indonesia yang unggul dan berkarakter.
Warganet membanjiri lini masa dengan ucapan, doa, dan harapan yang menyentuh hati. Banyak yang mendoakan peningkatan kesejahteraan bagi guru, pengurangan beban administrasi, serta perlindungan hukum bagi mereka. Beberapa harapan juga mencakup kebebasan dan ruang untuk berkreasi bagi para pendidik. Dukungan dari pemerintah untuk guru, terutama guru honorer, juga menjadi sorotan penting. Para warganet mengenang guru sebagai "pahlawan tanpa tanda jasa" yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan kasih sayang.
Peringatan HGN 2025 juga menjadi momentum refleksi atas tantangan yang dihadapi guru di era modern. Transformasi digital yang cepat menuntut guru untuk adaptif, kreatif, dan inovatif, termasuk dalam menguasai teknologi pembelajaran dan kecerdasan buatan (AI). Namun, kesenjangan akses dan pelatihan digital masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal). Pemerataan kualitas pendidikan dan fasilitas juga masih menjadi pekerjaan rumah.
Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru melalui berbagai upaya, termasuk peningkatan kualifikasi, kompetensi, dukungan finansial bagi guru ASN maupun non-ASN, serta beasiswa untuk melanjutkan studi S1/D.IV. Program-program ini sejalan dengan tema "Guru Hebat, Indonesia Kuat", yang menegaskan bahwa guru adalah agen perubahan yang menciptakan dampak nyata bagi murid, lingkungan belajar, komunitas sekolah, dan masyarakat. Upaya sentralisasi tata kelola guru dan tenaga kependidikan juga digalakkan untuk memastikan kesejahteraan guru yang lebih merata dan tepat waktu, distribusi tenaga pendidik yang lebih adil, dan kepastian status bagi guru honorer.
Selain itu, kemajuan teknologi juga diintegrasikan dalam pendidikan. Program seperti Microsoft Elevate menargetkan 500.000 talenta bersertifikat AI pada tahun 2026, dengan fokus pada praktik nyata di ruang kelas, komunitas, dan layanan publik, termasuk di daerah 3T. Peran guru dalam membentuk karakter, mental, dan pola pikir siswa dianggap krusial dalam mewujudkan "Generasi Indonesia Emas 2045". Doa-doa yang dipanjatkan mencakup harapan agar guru senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kesabaran, serta agar setiap ilmu yang mereka berikan menjadi amal jariyah yang tak terputus.