Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Peta Gangguan Jaringan Telekomunikasi di Sumbar Pasca Bencana

2025-11-28 | 12:04 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T05:04:20Z
Ruang Iklan

Peta Gangguan Jaringan Telekomunikasi di Sumbar Pasca Bencana

Layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat mengalami gangguan signifikan menyusul bencana banjir dan tanah longsor yang melanda daerah tersebut sejak Rabu, 26 November 2025. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) telah berkoordinasi dengan operator seluler untuk memantau dan mempercepat pemulihan jaringan.

Secara keseluruhan, 16 site Base Transceiver Station (BTS) terpantau mati atau mengalami gangguan, mencakup sekitar 0,12 persen dari total 12.865 site eksisting di seluruh Sumatera Barat. PT Telekomunikasi Selular melaporkan 16 site miliknya terdampak, atau sekitar 0,25 persen dari total 6.508 site yang mereka miliki di provinsi tersebut. Sementara itu, PT Indosat Tbk dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk juga mengalami gangguan di beberapa site dan terus melakukan pemantauan serta upaya pemulihan.

Daerah-daerah yang terdampak gangguan telekomunikasi akibat bencana banjir dan longsor ini meliputi:
Kota Sawahlunto: 1 site, atau 0,59 persen dari 170 site yang ada. Kecamatan Barangin di Sawahlunto secara spesifik melaporkan 1 site yang terdampak (4,35% dari 23 site*).
Kabupaten Pesisir Selatan: 1 site, atau 0,10 persen dari 1027 site yang ada. Di Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan, 1 site juga dilaporkan terdampak (3,03% dari 33 site*).
Kabupaten Sijunjung: 1 site, atau 0,23 persen dari 437 site* yang ada.
Kabupaten Solok: 8 site, atau 0,95 persen dari 841 site yang ada. Kecamatan Gunung Talang di Kabupaten Solok mencatat 3 site terdampak (4,00% dari 75 site), sementara Kecamatan Junjung Sirih melaporkan 2 site terdampak (10,53% dari 19 site*).
Kabupaten Solok Selatan: 5 site, atau 1,60 persen dari 312 site yang ada. Kecamatan Hiliran Gumanti di Kabupaten Solok Selatan memiliki 1 site terdampak (7,14% dari 14 site). Sementara itu, Kecamatan Pauh Duo di Kabupaten Solok Selatan mencatat 3 site terdampak (11,54% dari 26 site), dan Kecamatan Tigo Lurah juga memiliki 2 site* yang terganggu.

Gangguan layanan telekomunikasi ini utamanya disebabkan oleh terputusnya aliran listrik dari PLN, gangguan transmisi, serta kerusakan pada perangkat keras atau hardware. Selain itu, beberapa kabel serat optik juga dilaporkan terputus akibat bencana.

Operator seluler sedang berupaya keras untuk memulihkan site yang terdampak dengan menggunakan generator set (genset) sebagai catu daya alternatif hingga aliran listrik kembali normal. Namun, upaya ini terkendala oleh akses jalan yang masih terendam banjir dan rusak parah, menghambat mobilisasi genset ke lokasi. Penyambungan kembali kabel serat optik yang terputus juga menjadi prioritas, meskipun ketersediaan perangkat pengganti untuk hardware yang rusak masih menjadi kendala yang membutuhkan waktu.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid telah menginstruksikan operator seluler untuk tidak hanya segera memperbaiki instalasi BTS yang terdampak, tetapi juga untuk proaktif memberikan informasi kepada masyarakat mengenai titik-titik yang mengalami gangguan. Komdigi juga terus melakukan pemantauan kualitas layanan telekomunikasi bekerja sama dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Padang dan pemerintah daerah setempat guna memastikan layanan tetap andal bagi masyarakat yang membutuhkan akses komunikasi.