Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Peta Sinyal Hilang Pasca-Banjir Aceh: Data Terbaru dari Komdigi

2025-11-28 | 19:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T12:05:42Z
Ruang Iklan

Peta Sinyal Hilang Pasca-Banjir Aceh: Data Terbaru dari Komdigi

Layanan telekomunikasi di Provinsi Aceh mengalami gangguan signifikan menyusul bencana banjir yang melanda wilayah tersebut sejak Rabu, 26 November 2025. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) telah merilis daftar daerah yang terdampak kehilangan sinyal, mencatat total 799 situs atau sekitar 1,42 persen dari 34.660 situs telekomunikasi yang ada di Aceh mengalami gangguan.

Gangguan layanan ini disebabkan oleh terputusnya aliran listrik dari PLN dan masalah transmisi akibat kondisi banjir yang ekstrem. Komdigi telah berkoordinasi intensif dengan operator seluler utama seperti PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison), dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) untuk memantau situasi dan mempercepat upaya pemulihan.

Secara rinci, dampak gangguan pada masing-masing operator adalah sebagai berikut: Telkomsel mengalami gangguan pada 254 situs (3,75% dari total 6.773 situs), Indosat Ooredoo Hutchison pada 334 situs (9,08% dari total 3.677 situs), dan XLSmart pada 208 situs (9,61% dari total 2.165 situs).

Beberapa kabupaten dan kota yang paling merasakan dampak kehilangan sinyal antara lain Kabupaten Aceh Barat dengan 12 situs terdampak (2,64% dari 452 situs), Kabupaten Aceh Besar dengan 40 situs terdampak (2,52% dari 1.586 situs), Kota Banda Aceh dengan 29 situs terdampak (2,40% dari 1.207 situs), serta Kabupaten Pidie dengan 26 situs terdampak (2,79% dari 931 situs). Daerah lain yang juga mengalami gangguan meliputi Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Bireuen, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Nagan Raya, dan Kabupaten Pidie Jaya.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mendesak operator telekomunikasi untuk segera memperbaiki instalasi Base Transceiver Station (BTS) yang rusak demi memulihkan layanan komunikasi di daerah terdampak secepatnya. Upaya pemulihan sedang berlangsung, dengan operator mengerahkan genset sebagai sumber daya alternatif untuk mengatasi pemadaman listrik. Namun, akses jalan yang terhalang banjir menjadi kendala utama dalam mobilisasi peralatan dan tim teknis ke lokasi situs yang terdampak. Selain itu, operator juga berupaya memulihkan situs yang mati akibat gangguan transmisi dengan melakukan perutean ulang ke titik-titik yang masih dapat melayani.

Komdigi melalui Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital terus melakukan pemantauan intensif terhadap kualitas layanan telekomunikasi dan berkoordinasi dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh serta pemerintah daerah untuk memastikan layanan tetap berkualitas dan diandalkan bagi masyarakat.