:strip_icc()/kly-media-production/medias/4836538/original/057892600_1716117105-20240519-Elon_Musk-AP_3.jpg)
Layanan internet satelit Starlink milik SpaceX telah mengumumkan pemberian akses internet gratis bagi para pelanggan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor parah di wilayah Sumatra, Indonesia, hingga akhir Desember 2025. Bencana hidrometeorologi ini telah melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak akhir November 2025, menyebabkan kerusakan infrastruktur yang meluas dan terputusnya jaringan telekomunikasi.
Chief Executive Officer (CEO) SpaceX, Elon Musk, mengonfirmasi kebijakan ini melalui akun X (sebelumnya Twitter) miliknya pada Sabtu, 29 November 2025, dengan menyatakan bahwa adalah kebijakan standar SpaceX untuk menggratiskan layanan Starlink setiap kali terjadi bencana alam di mana pun di dunia. Musk menegaskan bahwa "tidaklah benar mengambil untung dari kemalangan."
Banjir dan tanah longsor yang terjadi telah menyebabkan sedikitnya 303 orang meninggal dunia, dengan 279 orang lainnya masih dinyatakan hilang, dan sekitar 80.000 warga telah dievakuasi per 29 November 2025. Provinsi Sumatra Utara mencatat korban meninggal terbanyak, mencapai 116 orang, dengan 42 orang masih dalam pencarian. Bencana ini juga melumpuhkan 1.294 infrastruktur telekomunikasi di Sumatra Utara dan Aceh.
Starlink memberikan layanan gratis ini kepada pelanggan baru dan yang sudah ada di wilayah terdampak. Bagi pelanggan aktif, kredit layanan senilai satu bulan secara otomatis diterapkan ke akun mereka tanpa perlu tindakan apa pun. Sementara itu, bagi pelanggan yang sebelumnya menangguhkan layanannya, Starlink juga memberikan kredit layanan agar mereka dapat mengaktifkan kembali dan menggunakan layanan gratis selama periode ini. Calon pelanggan baru di area terdampak dapat membeli dan mengaktifkan perangkat, kemudian membuat tiket dukungan dengan mencantumkan "Dukungan Banjir Indonesia" untuk mendapatkan kredit layanan gratis.
Perusahaan juga menyatakan sedang berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia untuk mempercepat pembangunan terminal dan memulihkan konektivitas di wilayah-wilayah Sumatra yang paling parah terdampak. Sebagai bagian dari upaya bantuan, Presiden Prabowo Subianto juga telah mengirimkan 17 unit perangkat Starlink ke Sumatra untuk mempermudah komunikasi darurat, seperti yang disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto pada konferensi pers Jumat, 28 November 2025. Bantuan Starlink ini sangat krusial mengingat banyak jalur komunikasi terputus, termasuk di Tapanuli Tengah yang terisolir.