:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5124022/original/044323600_1738836893-IMG_20250206_165820.jpg)
Samsung tengah mempersiapkan seri Galaxy S26, yang diperkirakan akan meluncur pada awal tahun 2026. Sejumlah bocoran dan rumor mengindikasikan bahwa seri flagship terbaru ini akan membawa tiga poin penting yang harus hadir untuk merevolusi pengalaman pengguna dan menghadapi persaingan pasar yang ketat.
Pertama, inovasi signifikan pada kemampuan kecerdasan buatan (AI). Samsung diproyeksikan akan menghadirkan pengalaman AI yang lebih canggih dan berpusat pada pengguna. Salah satu rumor terkuat menyebutkan adanya pembaruan besar pada asisten virtual Bixby, yang kemungkinan akan didukung oleh Perplexity AI. Integrasi ini diharapkan memungkinkan Bixby untuk menangani tugas-tugas dasar, sementara Perplexity akan mengelola permintaan yang lebih kompleks dan membutuhkan penalaran mendalam, serupa dengan pendekatan Apple dengan ChatGPT dan Siri. Selain itu, seri S26 juga diharapkan tetap mengintegrasikan Google Gemini, memberikan pengguna pilihan AI yang lebih luas. Daniel Araujo, Wakil Presiden Divisi Pengalaman Seluler Samsung, telah mengonfirmasi bahwa seri Galaxy S26 akan menampilkan "AI generasi berikutnya yang berpusat pada pengguna".
Kedua, peningkatan substansial pada sistem kamera. Seri Galaxy S26 diharapkan membawa sensor kamera baru dan lebih besar untuk menangkap lebih banyak cahaya, khususnya untuk model Ultra yang diperkirakan akan memiliki sensor utama 200MP yang lebih besar, bahkan mencapai 1/1.1 inci dan aperture F1.4 yang memungkinkan 47% lebih banyak cahaya masuk untuk fotografi malam yang lebih baik. Teknologi pemrosesan gambar bertenaga AI juga akan ditingkatkan untuk menghasilkan zoom yang lebih jernih dan detail. Rumor juga menunjukkan potensi sensor ultrawide 50MP baru untuk model dasar dan peningkatan lensa telephoto 3x menjadi 12MP. Fokus pada teknologi sensor baru, desain optik, dan AI diharapkan membawa peningkatan dramatis, termasuk fitur seperti fusi zoom multi-kamera, mode malam resolusi ultra, dan HDR penuh adegan sebagai standar.
Ketiga, teknologi baterai dan pengisian daya yang revolusioner. Samsung dikabarkan akan mengadopsi baterai berbasis silikon-karbon pada seri Galaxy S26. Teknologi ini menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion biasa, yang berarti kapasitas baterai dapat ditingkatkan tanpa menambah ukuran fisik perangkat. Bocoran awal menunjukkan bahwa kapasitas baterai Galaxy S26 Ultra bisa mencapai sekitar 5.750mAh, peningkatan yang signifikan dari model sebelumnya. Selain itu, ponsel-ponsel yang akan datang pada tahun 2026 diperkirakan akan menampilkan kapasitas baterai hingga 8.500 mAh untuk desain sel tunggal, dengan pengujian lab bahkan mencapai 9.000 mAh. Peningkatan kecepatan pengisian daya juga diharapkan, dengan rumor yang menyebutkan pengisian daya nirkabel Qi2 yang lebih baik dan pengisian cepat hingga 120W untuk model Ultra, memungkinkan pengisian hingga 60% dalam hitungan menit.