Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Solusi Jitu Merawat Mobil Bekas Banjir Agar Tetap Prima

2025-11-30 | 13:22 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T06:22:51Z
Ruang Iklan

Solusi Jitu Merawat Mobil Bekas Banjir Agar Tetap Prima

Merawat mobil setelah terendam banjir membutuhkan langkah-langkah yang cermat dan cepat untuk mencegah kerusakan lebih parah. Penanganan yang salah justru dapat menimbulkan masalah serius, mulai dari korsleting listrik hingga kerusakan mesin permanen. Oleh karena itu, pemilik kendaraan perlu memahami tips praktis yang harus segera dilakukan setelah mobil terdampak banjir.

Langkah Pertama: Jangan Nyalakan Mesin
Hal paling krusial adalah jangan sekali-kali mencoba menyalakan atau menstarter mesin mobil yang baru terendam banjir. Tindakan ini dapat menyebabkan fenomena water hammer, yaitu masuknya air ke ruang pembakaran mesin yang berakibat fatal pada komponen internal mesin. Jika perlu memindahkan mobil, doronglah ke lokasi yang lebih aman tanpa menyalakan mesinnya.

Putuskan Aliran Listrik
Segera setelah mobil aman dari genangan, lepaskan kabel aki, terutama kabel negatif, untuk mencegah terjadinya korsleting listrik. Air adalah penghantar listrik yang baik, dan jika komponen kelistrikan terendam, risiko korsleting sangat tinggi, terutama pada mobil modern yang dilengkapi dengan banyak sistem elektronik sensitif seperti ECU (Engine Control Unit). Kerusakan pada ECU bisa berakibat sangat fatal dan menyebabkan mobil mogok total. Periksa juga sekring, relay, dan soket-soket kelistrikan lainnya karena rentan kemasukan air dan menyebabkan korsleting.

Keringkan Komponen Penting
Lakukan pengeringan pada berbagai komponen mobil yang terpapar air. Mulai dari busi, saluran angin, saringan angin (filter udara), karburator, koil, alternator, dinamo starter, V-belt, dan seluruh rangkaian kabel. Jika tidak memiliki kompresor udara, pengering rambut (hair dryer) bisa menjadi alternatif untuk mengeringkan komponen yang basah. Penting untuk memastikan tidak ada air yang tersisa di bagian pembakaran atau pengapian.

Ganti Cairan dan Bersihkan Tangki Bahan Bakar
Air banjir dapat bercampur dengan cairan penting di mobil, mengurangi kinerjanya, dan meningkatkan risiko kerusakan. Oleh karena itu, kuras dan ganti oli mesin, oli transmisi, dan minyak rem. Oli yang tercampur air biasanya akan terlihat keruh atau seperti kopi susu. Pergantian oli mesin harus dilakukan secara bertahah. Pertama, kuras oli mesin dan semprot dengan kompresor hingga air dan oli terkuras habis. Lalu isi dengan oli baru, kuras kembali, dan terakhir isi dengan oli baru yang sesuai spesifikasi mobil setelah dipastikan tidak ada air di dalam mesin.

Selain itu, kuras dan bersihkan tangki bahan bakar untuk menghilangkan air yang mungkin masuk dan mencegah potensi kerusakan pada komponen mesin atau karat. Masukkan selang kecil hingga ke dasar tangki dan hisap hingga bahan bakar mengalir keluar sampai habis.

Pembersihan Interior Menyeluruh
Interior mobil yang terendam banjir harus segera dibersihkan secara menyeluruh untuk mencegah bau apek, pertumbuhan jamur, dan karat. Keluarkan semua barang, karpet, matras, dan lepaskan jok serta busa peredam dari dalam mobil. Cuci karpet, jok, dan busa peredam dengan air bersih dan sabun, lalu jemur di bawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kering. Jangan hanya mengeringkan jok dengan hair dryer karena busa jok cenderung mudah menyerap air dan mungkin masih lembap di bagian dalamnya. Bersihkan juga doortrim dan panel pintu untuk memastikan tidak ada air atau lumpur yang tertinggal. Penggunaan silica gel juga dapat membantu pengeringan di dalam kabin.

Periksa Sistem Rem dan Kaki-kaki
Perangkat sistem pengereman sangat penting untuk dibersihkan setelah terendam banjir. Air bisa masuk ke sistem rem dan bagian kaki-kaki mobil, menyebabkan karat atau gangguan fungsi pengereman. Setelah melewati genangan, jalankan kendaraan dengan kecepatan rendah sekitar 5 km/jam dan injak pedal rem berkali-kali untuk memastikan kondisinya prima. Untuk rem tromol tertutup, disarankan untuk dibuka dan dibersihkan guna mencegah karat. Nonaktifkan rem tangan untuk menghindari rem kanvas lengket.

Pengecekan Lain dan Bantuan Profesional
Periksa juga panel dan lampu mobil untuk memastikan tidak ada air yang merembes atau mengembun yang bisa menyebabkan korsleting. Komponen lain seperti alternator, ECU, soket, sekring, kompresor AC, dan sistem AC kabin juga perlu diperiksa dan dikeringkan secara seksama.

Meskipun beberapa langkah dapat dilakukan secara mandiri, sangat direkomendasikan untuk membawa mobil ke bengkel resmi atau bengkel terpercaya yang memiliki teknisi berpengalaman untuk melakukan inspeksi menyeluruh. Teknisi akan memeriksa semua bagian mobil, mulai dari mesin, interior, hingga eksterior, untuk menghindari potensi kerusakan serius. Mendokumentasikan kondisi kerusakan dengan foto sebelum penanganan juga dapat membantu dalam proses klaim asuransi.