
Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX, menggratiskan akses internet selama 30 hari penuh bagi para pelanggan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra hingga akhir Desember 2025. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Starlink melalui media sosial dan email kepada pelanggan di Indonesia. Langkah ini diambil untuk mendukung komunikasi dan koordinasi di tengah lumpuhnya infrastruktur telekomunikasi konvensional akibat bencana.
Bencana hidrometeorologi parah yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) sejak akhir pekan lalu telah menyebabkan puluhan korban jiwa, ribuan warga mengungsi, serta memutus jaringan listrik dan telekomunikasi di banyak wilayah. Di Sumatra Utara saja, tercatat 116 korban jiwa dan 42 orang hilang per Jumat, 28 November 2025. Daerah seperti Tapanuli Tengah menjadi zona krisis dengan terputusnya total sinyal komunikasi, pasokan listrik, dan air bersih.
Menyikapi kondisi darurat tersebut, akses internet menjadi sangat krusial untuk koordinasi evakuasi, komunikasi keluarga, akses informasi bencana, hingga layanan kesehatan. Starlink secara proaktif telah menerapkan kredit layanan gratis satu bulan kepada seluruh pelanggan aktif maupun yang sebelumnya ditangguhkan di wilayah terdampak. Bagi pelanggan baru di area yang terdampak, layanan gratis juga akan diberikan setelah pembelian dan aktivasi dengan membuat tiket dukungan.
Selain inisiatif dari Starlink, pemerintah Indonesia juga bergerak cepat dengan mengerahkan puluhan perangkat Starlink ke lokasi-lokasi terdampak. Presiden Prabowo Subianto mengirimkan 17 unit Starlink sebagai bantuan komunikasi darurat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa BNPB membawa puluhan sistem internet satelit Starlink untuk memulihkan jalur komunikasi di daerah-daerah terisolasi. Unit-unit Starlink ini didistribusikan ke titik-titik strategis seperti posko pengungsian, kantor pemerintah daerah, dan satuan tugas TNI-Polri di lapangan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya juga telah mengirimkan bantuan berupa 100 unit Starlink ke wilayah bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar pada Jumat, 28 November 2025. Perangkat Starlink ini menjadi sangat penting mengingat gangguan layanan telekomunikasi yang disebabkan oleh banjir telah berdampak pada matinya 16 situs di Sumatra Barat, 495 situs di Sumatra Utara, dan 799 situs di Aceh.
Polda Sumatera Utara juga turut memanfaatkan jaringan Starlink untuk membantu komunikasi warga terdampak di wilayah-wilayah seperti Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara yang mengalami gangguan jaringan parah. Tim Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Sumut menyiagakan tiga perangkat Starlink, dengan salah satunya telah diterbangkan ke Tapanuli Tengah menggunakan helikopter untuk memperluas jangkauan layanan komunikasi darurat.
Elon Musk, pemilik SpaceX, menyatakan bahwa kebijakan standar perusahaannya adalah menggratiskan Starlink setiap kali terjadi bencana alam di suatu tempat di dunia, dengan prinsip tidak mengambil untung dari kemalangan. Upaya kolektif ini diharapkan dapat memastikan masyarakat di wilayah terdampak tetap terhubung, mempermudah proses evakuasi dan distribusi bantuan, serta mempercepat pemulihan komunikasi di Sumatra.