:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5427148/original/020469000_1764328565-VP_Network_Strategic_Collaboration_and_Settlement_Telkomsel__Nizar_Fuadi.jpeg)
Telkomsel telah mengerahkan berbagai upaya, termasuk penyediaan baterai dan genset, untuk memulihkan jaringan telekomunikasi pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru-baru ini. Bencana hidrometeorologi tersebut, yang dimulai sekitar Rabu, 26 November 2025, telah menyebabkan gangguan signifikan pada layanan telekomunikasi di tiga provinsi tersebut.
Gangguan utama pada jaringan Telkomsel dipicu oleh terputusnya pasokan listrik dari PLN, sulitnya akses menuju lokasi Base Transceiver Station (BTS), serta kendala dalam mobilisasi bahan bakar solar untuk genset cadangan. VP Network Strategic Collaboration and Settlement Telkomsel, Nizar Fuadi, menjelaskan bahwa kunci utama pemulihan jaringan adalah kembalinya pasokan listrik dari PLN, mengingat banyak lokasi mengalami pemadaman total.
Berdasarkan data terkini, sekitar 60-62 persen jaringan Telkomsel di Aceh terdampak bencana, termasuk lebih dari 1.430 situs, 2.400 BTS, dan 15 STO yang mengalami gangguan akibat pemadaman listrik, robohnya menara SUTET, dan terputusnya akses jalan. Di Sumatera Utara, sekitar 12 persen BTS terdampak, meliputi sekitar 1.100 situs, 1.900 BTS, dan 10 STO, terutama di wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, Gunung Sitoli, dan Teluk Dalam, yang sebagian besar disebabkan oleh putusnya jalur fiber optik dan pemadaman listrik. Sementara itu, di Sumatera Barat, sekitar 11,03 hingga 11,3 persen BTS mengalami gangguan, melibatkan lebih dari 190 situs, 360 BTS, serta 1 STO, dengan kerusakan infrastruktur dan jalur backbone di beberapa titik.
Untuk mengatasi pemadaman listrik, Telkomsel mengandalkan pasokan baterai cadangan yang hanya dapat bertahan hingga empat jam, setelah itu genset menjadi solusi selanjutnya. Namun, distribusi genset dan bahan bakar solar menghadapi tantangan serius karena akses jalan yang terputus, seperti jembatan yang ambruk di Aceh. Telkomsel terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan PLN untuk memulihkan pasokan listrik serta membuka akses jalan menuju lokasi BTS yang terdampak.
VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menegaskan komitmen perusahaan untuk mempercepat pemulihan layanan agar masyarakat dapat kembali berkomunikasi dan membantu penanganan situasi di wilayah terdampak. Selain upaya teknis, Telkomsel juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan air bersih kepada lebih dari 400 Kepala Keluarga pengungsi di Aceh Singkil dan 1.200 Kepala Keluarga di posko tanggap bencana wilayah Pidie Jaya, serta bantuan dapur umum di Sibolga. Telkom Group juga mengaktifkan sejumlah backup link melalui layanan satelit dan radio IP dengan kapasitas terbatas untuk mendukung pemulihan komunikasi. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, telah meminta operator seluler, termasuk Telkomsel, untuk segera memperbaiki instalasi BTS yang terdampak dan memberikan informasi transparan kepada masyarakat mengenai titik-titik gangguan.