
Telkomsel menyatakan kesiapan jaringannya untuk mengantisipasi lonjakan trafik data yang signifikan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NARU). Peningkatan penggunaan layanan digital, terutama untuk video streaming dan online gaming, diprediksi akan meledak pada musim liburan ini. Perusahaan telekomunikasi ini memproyeksikan kenaikan trafik data secara keseluruhan akan mencapai hampir 18 persen dibandingkan hari biasa.
Untuk menghadapi potensi lonjakan tersebut, Telkomsel telah melakukan optimalisasi jaringan 4G dan 5G di 437 titik keramaian yang menjadi fokus utama. Titik-titik ini mencakup pusat perbelanjaan, jalur mudik, bandara, pelabuhan, area residensial, hingga rumah ibadah. Selain itu, Telkomsel juga mengerahkan lebih dari 5.000 Base Transceiver Station (BTS) 5G yang akan aktif pada akhir 2025. Jaringan ini diperkuat dengan teknologi AI Autonomous Network yang mampu mendeteksi dan menangani gangguan secara otomatis. Sebanyak 38 unit Compact Mobile BTS (COMBAT) juga disiagakan untuk memperkuat sinyal di lokasi-lokasi padat pengunjung.
Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas konektivitas. "Dengan penguatan jaringan dan teknologi terdepan, kami berkomitmen untuk menjaga kualitas konektivitas agar setiap momen kebersamaan dapat dinikmati dengan lancar,” ujar Indra Mardiatna. Kualitas layanan internet rumah, termasuk IndiHome, EZnet, dan Orbit, juga menjadi perhatian dengan modernisasi perangkat dan perbaikan proaktif.
Untuk memastikan pelayanan pelanggan yang optimal, Telkomsel menyiagakan 15 Posko Siaga Network untuk memantau performa jaringan secara intensif. Selain itu, disiapkan pula 17 Posko Utama, 13 Posko Reguler, dan satu Posko Digital di TikTok. Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, menyatakan seluruh kanal layanan telah disiagakan untuk memudahkan pelanggan mengakses layanan Telkomsel, termasuk melalui aplikasi MyTelkomsel, situs web telkomsel.com, GraPARI, Call Center 188, dan media sosial.
Peningkatan trafik ini sejalan dengan data yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki budaya gaming yang kuat, dengan rata-rata bermain 8,7 jam per minggu pada tahun 2023. Prediksi juga menunjukkan peningkatan pengguna mobile game sebesar 21,6 persen pada tahun 2025. Selain itu, waktu menonton video streaming di Indonesia mengalami peningkatan tertinggi secara global sebesar 140 persen pada tahun 2021.