Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tensioner Motor Lemah: Biang Kerok Suara Kasar dan Kerusakan Mesin Fatal

2025-11-27 | 00:57 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T17:57:48Z
Ruang Iklan

Tensioner Motor Lemah: Biang Kerok Suara Kasar dan Kerusakan Mesin Fatal

Peran tensioner motor sering kali terabaikan oleh pemilik kendaraan, padahal komponen kecil ini memiliki fungsi yang sangat vital bagi kinerja mesin. Tensioner, atau penonjok rantai keteng, bertugas untuk menjaga ketegangan rantai keteng agar tetap stabil. Rantai keteng sendiri berfungsi sebagai penghubung putaran crankshaft dengan camshaft di cylinder head, yang esensial untuk mengatur waktu buka-tutup klep mesin secara presisi.

Jika tensioner mengalami kelemahan atau kerusakan, rantai keteng tidak akan dapat menjaga ketegangannya dengan optimal, dan ini bisa memicu serangkaian masalah serius pada mesin motor.

Dampak Tensioner Motor yang Lemah:

1. Suara Mesin Kasar atau Berisik: Ini adalah ciri paling umum yang mudah dikenali. Suara gemericik, 'klotok-klotok', 'tek-tek-tek', atau 'cet-cet' dari area mesin, terutama saat mesin baru dinyalakan atau saat idle, menunjukkan rantai keteng mulai kendur akibat tekanan pegas tensioner yang melemah. Suara ini bisa hilang saat mesin sudah panas karena oli mulai bersirkulasi.
2. Penurunan Performa Mesin dan Tarikan Berat: Rantai keteng yang kendur menyebabkan timing pengapian menjadi tidak akurat atau tertunda. Hal ini mengakibatkan putaran mesin tidak stabil, tarikan motor terasa berat, dan konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien.
3. Mesin Sulit Dinyalakan Saat Dingin: Tensioner yang lemah dapat menyebabkan waktu pembukaan katup meleset. Akibatnya, motor bisa susah menyala di pagi hari, membutuhkan tarikan gas atau starter berulang kali. Ini mengindikasikan kompresi mesin tidak maksimal.
4. Getaran Motor Berlebihan: Selain suara, getaran berlebihan pada stang dan bodi motor, terutama saat idle, juga bisa menjadi indikasi tensioner yang lemah.
5. Risiko Kerusakan Internal Mesin yang Parah: Ini adalah dampak paling fatal. Rantai keteng yang terlalu kendur berisiko meloncat dari gigi sentrik. Jika ini terjadi, waktu buka-tutup katup akan kacau, bahkan bisa menyebabkan benturan antara piston dan katup yang berujung pada klep bengkok atau mesin jebol dan harus turun mesin.

Penyebab Kelemahan Tensioner:

Kelemahan tensioner umumnya disebabkan oleh usia pakai komponen yang sudah melampaui batas, per tensioner yang aus atau lemah, seal tensioner yang bocor sehingga tekanan oli tidak optimal, penumpukan karbon di jalur oli (untuk tensioner otomatis), serta penggunaan oli yang tidak sesuai atau jarang diganti. Tensioner otomatis sendiri bekerja dengan memanfaatkan tekanan oli untuk menekan rantai keteng.

Pencegahan dan Perawatan:

Untuk mencegah kerusakan parah, penting untuk tidak menyepelekan tanda-tanda awal kelemahan tensioner. Lakukan pengecekan rutin, terutama saat servis berkala atau setelah kendaraan menempuh jarak sekitar 20.000 hingga 30.000 km untuk motor harian. Jika terdengar bunyi mencurigakan dari area mesin, segera bawa motor ke bengkel untuk diperiksa. Penggunaan oli berkualitas dan penggantian oli secara teratur juga sangat memengaruhi kinerja dan umur tensioner. Jika tensioner sudah dipastikan lemah atau rusak, segera ganti dengan yang baru untuk menghindari biaya perbaikan yang jauh lebih besar akibat kerusakan komponen mesin lainnya.