Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Aceh Lumpuh Sinyal Internet: Krisis Terparah Akibat Gangguan Listrik

2025-12-02 | 07:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T00:19:41Z
Ruang Iklan

Aceh Lumpuh Sinyal Internet: Krisis Terparah Akibat Gangguan Listrik

Gangguan listrik yang meluas akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh telah memicu krisis sinyal internet yang parah, melumpuhkan komunikasi dan aktivitas digital warga di berbagai wilayah. Pemadaman listrik skala besar ini dimulai sekitar Rabu pagi, 26 November 2025, dan terus berlanjut hingga awal Desember, mengakibatkan dampak signifikan pada layanan telekomunikasi.

Krisis ini berakar pada robohnya tower transmisi 150 KV di ruas Arun-Bireuen yang diterjang banjir bandang, menyebabkan pasokan listrik terputus di sebagian besar Aceh. Akibatnya, Base Transceiver Station (BTS) operator seluler tidak dapat berfungsi optimal karena terhentinya aliran listrik dari PLN dan gangguan pada transmisi jaringan.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan bahwa Aceh menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Pada 1 Desember 2025, jumlah BTS yang tidak berfungsi di Aceh mencapai 1.969 unit, meningkat dari 1.608 unit, menunjukkan kondisi jaringan yang masih sangat terganggu. Angka ini menempatkan Aceh dengan tingkat pemulihan sinyal sekitar 40%, jauh di bawah Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang telah mencapai sekitar 90% pemulihan.

Keluhan warga merata di seluruh daerah, mulai dari Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, hingga Aceh Barat. Banyak warga kesulitan mengirim pesan melalui WhatsApp, mengakses aplikasi transaksi, atau bahkan hanya sekadar menghubungi keluarga di tengah situasi darurat bencana. Pemadaman listrik yang berkepanjangan juga memengaruhi pasokan air bersih dari pompa listrik dan menyebabkan antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) yang dibutuhkan untuk genset.

Operator telekomunikasi seperti Telkomsel telah mengakui adanya penurunan kualitas jaringan akibat kerusakan di sejumlah titik transportasi jaringan dan pemadaman listrik yang masif. Vice President Consumer Business Area Sumatera Telkomsel, Saki Hamsat Bramono, menyatakan komitmen perusahaan untuk mempercepat pemulihan jaringan meskipun menghadapi tantangan akses dan infrastruktur yang sulit, serta kendala pasokan solar untuk genset. XL Axiata juga melaporkan situs-situs yang terpengaruh.

Menanggapi situasi ini, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, telah menargetkan percepatan pemulihan koneksi di Sumatera dalam waktu empat hari, dengan dukungan penuh dari PLN. Komdigi juga berkoordinasi dengan operator seluler untuk menyediakan akses internet gratis di posko-posko, memperpanjang masa berlaku pulsa, serta menawarkan diskon tarif dan paket perdana gratis bagi warga terdampak. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengambil langkah cepat dengan memasang Starlink untuk mendukung komunikasi kebencanaan.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar komunikasi dan pengisian daya, banyak warga di Banda Aceh dan Aceh Besar berbondong-bondong memadati warung kopi yang dilengkapi dengan genset dan akses Wi-Fi. Warung kopi ini menjadi "titik penyelamat" bagi masyarakat yang ingin tetap terhubung dengan dunia luar, mengisi daya ponsel, atau sekadar mencari informasi terkini. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengonfirmasi bahwa seluruh personel telah diterjunkan untuk pemulihan pasokan listrik secara bertahap dan meminta kesabaran masyarakat. Masyarakat dapat mengakses aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 untuk informasi terbaru dan pelaporan gangguan.