:strip_icc()/kly-media-production/medias/5431981/original/026840800_1764752306-BERITA_1745207606_b8b4bb40a115e67cd0b7bae3843a37e5.jpg)
Mematikan mesin motor dengan standar samping merupakan kebiasaan umum di kalangan pengendara, terutama pada motor matik dan beberapa motor sport modern. Fitur Side Stand Switch yang memutus aliran listrik dan mematikan mesin saat standar samping diturunkan, telah menjadi fitur keamanan standar pada motor-motor keluaran baru. Namun, kebiasaan praktis ini kerap dibayangi mitos bahwa dapat menyebabkan aki motor cepat soak.
Faktanya, kekhawatiran bahwa mematikan mesin menggunakan standar samping dapat membuat aki soak adalah mitos, asalkan pengendara segera memutar kunci kontak ke posisi "Off". Fitur Side Stand Switch dirancang sebagai sistem keselamatan yang andal dan efisien dalam memutus daya mesin. Fungsi utamanya adalah mencegah kecelakaan akibat pengendara lupa menaikkan standar samping saat motor bergerak. Side Stand Switch bekerja dengan menghubungkan saklar pada pangkal standar ke Engine Control Module (ECM) atau Engine Control Unit (ECU) yang akan memutus sistem pengapian saat standar samping diturunkan, sehingga mesin tidak dapat dinyalakan.
Namun, masalah muncul jika setelah mematikan mesin dengan standar samping, kunci kontak tidak segera diputar ke posisi "Off". Dalam kondisi ini, meskipun mesin mati, beberapa fungsi kelistrikan pada motor, seperti lampu LED dan panel instrumen, masih tetap menyala dan membutuhkan arus listrik dari aki. Jika kebiasaan ini terus-menerus dilakukan atau dibiarkan terlalu lama, aki akan cepat tekor dan akhirnya bisa soak. Hal ini berlaku juga untuk motor yang menggunakan switch cut-off di setang motor sport jika kunci kontak tidak dimatikan. Terlebih pada motor yang lampunya belum LED, akan membutuhkan arus listrik yang lebih besar sehingga mempercepat pengurasan aki.
Penyebab utama aki soak sebenarnya lebih sering disebabkan oleh faktor eksternal, seperti usia aki yang sudah melewati masa pakai (normalnya 2-3 tahun), masalah pada komponen pengisian daya (seperti kiprok atau spul), atau penambahan aksesori listrik yang melebihi kapasitas daya motor. Selain itu, motor yang jarang digunakan atau sering di-starter berulang kali juga dapat membuat daya aki melemah.
Untuk menjaga aki motor tetap awet, disarankan untuk selalu mematikan mesin motor menggunakan kunci kontak dan memastikan semua sistem kelistrikan mati. Penggunaan motor secara rutin, pemeriksaan kondisi aki secara berkala di bengkel resmi, dan menghindari penggunaan aksesori listrik berlebihan juga merupakan langkah perawatan yang penting. Dengan memahami cara kerja Side Stand Switch dan kebiasaan yang benar, pengendara dapat menghindari risiko aki soak dan menjaga performa motor tetap optimal.