:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425639/original/093855000_1764232793-Model_Garasi_Mobil_yang_Dimodifikasi.jpg)
Meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur Tahun Baru 2026 mendorong kekhawatiran serius terhadap keamanan properti pribadi, khususnya kendaraan bermotor yang ditinggal di rumah. Data kepolisian secara konsisten menunjukkan lonjakan kasus kejahatan properti, termasuk pencurian kendaraan bermotor (curanmor), selama periode liburan panjang. Asuransi Jasindo mencatat bahwa pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya, terdapat 1.381 kasus kejahatan yang ditangani aparat, meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan curanmor, di tengah 2.497 kejadian kecelakaan lalu lintas. Situasi ini menuntut kesadaran dan tindakan preventif yang lebih komprehensif dari masyarakat untuk melindungi aset mereka.
Fenomena peningkatan kriminalitas selama liburan akhir tahun, khususnya pencurian rumah kosong dan kendaraan bermotor, bukanlah hal baru. Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Johanson Simamora pada tahun sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk menitipkan rumah kepada perangkat RT/RW atau melaporkan kepada bhabinkamtibmas setempat jika akan meninggalkan rumah untuk liburan. Laporan kepolisian dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga menunjukkan total kejahatan atau crime total sepanjang tahun 2025 mencapai 1.731 kasus, meskipun ada penurunan 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Jakarta sendiri, menurut data Numbeo hingga pertengahan 2025, menduduki peringkat ke-269 kota teraman di dunia, dengan skor indeks kejahatan 53,79, dan kekhawatiran mobil dicuri berada pada kategori sedang (44,69). Ini mengindikasikan bahwa meskipun upaya penegakan hukum terus berjalan, kerawanan tetap ada dan membutuhkan partisipasi aktif dari pemilik kendaraan.
Beberapa langkah mitigasi risiko dapat diterapkan untuk menjaga keamanan mobil saat ditinggalkan. Pertama, pemilihan lokasi parkir yang aman merupakan fondasi utama. Parkir di dalam garasi pribadi yang terkunci adalah opsi terbaik. Jika tidak memiliki garasi, pilihlah tempat parkir dengan sistem keamanan seperti CCTV dan penjaga 24 jam, atau pastikan mobil berada di area yang terang dan tidak sepi. Selain itu, penggunaan kunci ganda seperti steering lock atau tire lock dapat memberikan perlindungan fisik ekstra.
Aspek teknologi juga menawarkan solusi pengamanan yang semakin canggih. Sistem pelacakan GPS, misalnya, memungkinkan pemilik mengetahui posisi mobil secara real-time dan mengirim notifikasi jika terjadi pergerakan tanpa izin, bahkan memungkinkan penguncian mesin dari jarak jauh. Smart key dengan enkripsi sinyal yang lebih kuat juga dirancang untuk meminimalkan risiko pembobolan. Sistem telematik yang terhubung dengan aplikasi smartphone memungkinkan pemantauan status kendaraan dan posisi terakhir, memberikan notifikasi kondisi tidak normal, sehingga pengamanan menjadi lebih praktis dan terkontrol. Ford, misalnya, telah memperkenalkan teknologi anti-pencurian bernama Start Inhibit untuk mengatasi maraknya pencurian mobil global yang mencapai lebih dari 850 ribu kendaraan hilang sepanjang tahun 2024. Begitu pula dengan sepeda motor Honda Vario 125 terbaru yang dilengkapi sistem smart key terintegrasi dengan Alarm Anti Maling dan Answer Back System.
Di luar teknologi, persiapan fisik kendaraan juga krusial. Melepas aki mobil direkomendasikan jika kendaraan akan ditinggal dalam waktu sangat lama untuk menghindari risiko korsleting atau pengurasan daya. Penting juga untuk tidak mengaktifkan rem tangan jika mobil ditinggal lebih dari seminggu karena dapat menyebabkan kampas rem lengket pada cakram atau tromol. Sebagai gantinya, gunakan balok kayu atau ganjal roda. Membersihkan interior dan eksterior mobil sebelum ditinggalkan dapat mencegah kehadiran hama seperti tikus yang berpotensi merusak kabel.
Meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur Nataru 2025/2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, dengan 42,78 persen di antaranya menggunakan mobil pribadi. Angka ini menandakan bahwa banyak kendaraan akan ditinggalkan di rumah atau tempat parkir. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago telah menyinggung potensi peningkatan kejahatan jalanan dan premanisme selama periode Nataru 2025 dan 2026, meminta jajaran melakukan pengamanan terpadu. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga menekankan pentingnya keselamatan, termasuk saat meninggalkan rumah.
Dalam konteks keamanan lingkungan, peran serta komunitas dan petugas keamanan setempat sangat vital. Partisipasi aktif dalam program siskamling atau menitipkan pesan kepada tetangga yang tidak bepergian dapat menjadi lapisan pengamanan tambahan. Satpam atau petugas keamanan kompleks perumahan juga memiliki peran krusial dalam meningkatkan pengawasan area dan melakukan patroli rutin yang lebih intensif selama masa liburan. Koordinasi yang baik antara warga, Karang Taruna, dan tim keamanan RW diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Masa depan pengamanan kendaraan kemungkinan akan semakin mengintegrasikan teknologi smart home dan sistem keamanan terpadu. Kendaraan yang dapat 'berkomunikasi' dengan sistem keamanan rumah, memberikan notifikasi real-time kepada pemilik melalui perangkat mobile, akan menjadi standar baru. Hal ini bukan hanya sekadar tips, melainkan evolusi dalam pencegahan kejahatan yang memanfaatkan konektivitas digital dan kecerdasan buatan, mengingat infrastruktur digital kini dianggap sebagai kebutuhan fundamental. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi, penting untuk selalu memperbarui pengetahuan dan kewaspadaan terhadap modus operandi kejahatan yang juga terus berkembang.