:strip_icc()/kly-media-production/medias/5294447/original/065942700_1753404869-omid-armin-AGRtDoZlpYw-unsplash__1_.jpg)
Apple dilaporkan tengah memperluas fitur berbasis satelit pada iPhone, dengan rencana untuk memungkinkan pengguna melihat peta dan mengirim foto melalui koneksi satelit. Inovasi ini akan memperkaya kemampuan konektivitas di luar jangkauan seluler dan Wi-Fi, terutama di lokasi terpencil.
Saat ini, kemampuan satelit iPhone telah mencakup fitur "Emergency SOS via Satellite" yang diperkenalkan pada iPhone 14 di tahun 2022. Pada tahun 2024, dengan pembaruan iOS 18, Apple memperluasnya untuk mencakup pengiriman iMessage dan SMS berbasis teks melalui satelit, bantuan pinggir jalan, serta pelacakan lokasi di area terpencil. Layanan ini saat ini masih gratis untuk pengguna iPhone 14 dan 15, dengan periode gratis yang telah diperpanjang.
Menurut laporan terbaru dari Mark Gurman dari Bloomberg, Apple sedang mengembangkan beberapa fitur berbasis satelit generasi berikutnya yang signifikan. Salah satu fitur utama adalah kemampuan navigasi Apple Maps via satelit, yang akan memungkinkan pengguna mendapatkan petunjuk arah bahkan di area tanpa jangkauan seluler atau Wi-Fi. Ini kemungkinan akan melibatkan transmisi data peta melalui satelit.
Selain itu, Apple berupaya meningkatkan fitur pengiriman pesan satelit dari yang saat ini hanya berupa teks menjadi dukungan untuk pengiriman foto. Mengirim foto melalui satelit menghadirkan tantangan bandwidth yang lebih besar dibandingkan pesan teks, yang menunjukkan upaya signifikan dalam pengembangan teknologi ini.
Apple juga dilaporkan sedang berinovasi untuk menciptakan "penggunaan alami" pada konektivitas satelit. Tujuannya adalah agar iPhone dapat terhubung ke satelit bahkan saat berada di dalam ruangan, di dalam kendaraan, atau di dalam saku, tanpa memerlukan pandangan langsung ke langit. Hal ini akan secara drastis meningkatkan kemudahan penggunaan dan aksesibilitas.
Rencana jangka panjang Apple juga mencakup dukungan Non-Terrestrial Networks (NTN) 5G yang lebih luas, yang diperkirakan akan hadir pada jajaran iPhone 2026. Teknologi ini akan memungkinkan menara seluler memanfaatkan infrastruktur satelit untuk memperluas cakupan. Selain itu, Apple berencana memperkenalkan kerangka kerja API (Application Programming Interface) untuk memungkinkan pengembang pihak ketiga mengintegrasikan teknologi satelit ke dalam aplikasi mereka, membuka peluang baru bagi layanan di area terpencil.
Konektivitas satelit Apple saat ini mengandalkan kemitraan dengan Globalstar, sebuah perusahaan telekomunikasi Amerika yang mengoperasikan jaringan satelit canggih. Apple telah menginvestasikan $450 juta untuk meningkatkan infrastruktur Globalstar guna mendukung fitur-fitur yang sedang dikembangkan. Namun, masa depan Globalstar sedikit tidak pasti karena SpaceX dilaporkan sedang mempertimbangkan akuisisinya, sebuah langkah yang berpotensi mempercepat peluncuran fitur-fitur baru.
Meskipun layanan darurat saat ini gratis, Mark Gurman mengindikasikan bahwa fitur-fitur satelit yang lebih canggih di masa depan kemungkinan akan memerlukan biaya langsung dari pengguna kepada operator satelit. Perlu dicatat bahwa saat ini, Apple tidak memiliki rencana untuk mengaktifkan panggilan suara, panggilan video, atau penjelajahan web melalui satelit, dan pesan RCS juga belum didukung oleh Messages via Satellite karena masalah optimasi.
Belum ada jadwal resmi untuk peluncuran fitur-fitur satelit yang akan datang ini, namun riwayat Apple menunjukkan bahwa perusahaan seringkali membutuhkan beberapa tahun antara pembaruan besar terkait satelit, seperti peluncuran Emergency SOS pada tahun 2022 dan Messages via Satellite dengan iOS 18 pada tahun 2024.