Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bedah Rangka Motor: Dari Backbone, Twin Spar, Hingga Trellis Terlengkap

2025-12-14 | 18:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-14T11:55:36Z
Ruang Iklan

Bedah Rangka Motor: Dari Backbone, Twin Spar, Hingga Trellis Terlengkap

Memahami Rangka Motor: Tulang Punggung Performa dan Kestabilan Berkendara

Rangka motor, sering disebut sebagai sasis atau frame, adalah fondasi krusial yang menopang seluruh komponen sepeda motor, mulai dari mesin, transmisi, suspensi, hingga sistem kelistrikan dan tangki bahan bakar. Desain dan kekuatan rangka secara langsung memengaruhi karakter berkendara, kestabilan, kelincahan, hingga kemampuan motor menahan torsi mesin. Pemahaman yang mendalam tentang berbagai jenis rangka akan membantu pengendara memilih sepeda motor yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka.

1. Rangka Backbone (Spine Frame)
Rangka backbone, atau spine frame, merupakan jenis rangka yang paling sederhana dan umum ditemukan. Desainnya terdiri dari satu batang utama tunggal yang membentang dari kepala stang hingga ke belakang, menyerupai tulang punggung. Mesin motor biasanya digantung di bawah batang utama ini atau menempel langsung sebagai bagian dari struktur rangka.

* Kelebihan: Mudah diproduksi dan dirawat, biaya pembuatan rendah, bobot ringan, dan menawarkan fleksibilitas desain bodi. Ruang mesin yang luas juga memudahkan perawatan dan modifikasi.
* Kekurangan: Kekakuan torsionalnya (kekuatan menahan puntiran) kurang optimal, sehingga kurang ideal untuk motor berperforma sangat tinggi atau penggunaan kecepatan tinggi yang membutuhkan kestabilan ekstra.
Contoh Penggunaan: Umumnya pada motor bebek, skuter, motor naked, atau off-road entry-level, serta motor sport entry-level*. Contohnya termasuk Honda C70 dan Suzuki GSX150 Bandit.

2. Rangka Double Cradle (Bak Ganda)
Rangka double cradle memiliki dua batang utama yang membentuk pola seperti kerangka ganda, memberikan kekakuan yang lebih baik dibandingkan rangka backbone. Rangka ini mengapit mesin di bagian tengahnya dan berfungsi menopang bobot mesin, sekaligus memberikan kestabilan ekstra saat berkendara.

* Kelebihan: Kekuatan dan stabilitas tinggi, mampu menopang beban berat dan gaya torsi yang besar. Rangka ini mampu meredam getaran dengan baik, menghasilkan pengalaman berkendara yang lebih halus dan nyaman, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
Kekurangan: Cenderung lebih berat dibandingkan rangka backbone*, yang dapat memengaruhi kinerja.
Contoh Penggunaan: Sering digunakan pada motor cruiser, motor touring, dan beberapa motor sport atau motor besar lainnya yang membutuhkan performa dan kenyamanan berkendara yang baik. Contohnya termasuk Yamaha Scorpio, Kawasaki Ninja, dan Bajaj Pulsar 180. Terdapat juga single cradle (bak tunggal) yang lebih sederhana, dan half-duplex cradle* (bak semi ganda) yang merupakan pengembangan diantaranya.

3. Rangka Twin Spar (Perimeter Frame / Deltabox)
Rangka twin spar, juga dikenal sebagai perimeter frame atau Deltabox (istilah khas Yamaha), adalah pilihan utama di dunia motor sport dan balap. Desainnya terdiri dari dua batang utama tebal (biasanya aluminium) yang membingkai mesin dan menyambungkan kepala kemudi ke swingarm dengan jarak yang pendek. Antonio Cobas, seorang engineer asal Spanyol, merupakan tokoh penting dalam pengembangan sasis twin-spar aluminium pada awal 1980-an untuk menggantikan frame backbone baja.

Kelebihan: Menawarkan kekakuan dan kestabilan torsional yang sangat tinggi, memberikan handling* yang presisi saat bermanuver dan pada kecepatan tinggi. Bobotnya juga relatif ringan meskipun memiliki kekuatan tinggi, membuat motor lebih lincah dan performa lebih maksimal.
* Kekurangan: Cenderung lebih kompleks dan lebih mahal dalam proses pembuatannya. Material aluminium yang digunakan juga membuat perbaikan jika terjadi kerusakan besar menjadi lebih sulit.
Contoh Penggunaan: Lazim digunakan pada motor sport kelas menengah hingga superbike, dan motor balap. Contohnya adalah Yamaha YZR500 yang pertama kali menggunakan Deltabox*.

4. Rangka Trellis
Rangka trellis terkenal karena konstruksi anyamannya yang terbuat dari pipa-pipa logam yang membentuk jaring-jaring atau pola segitiga. Desain khas ini memberikan tampilan yang unik, menarik, dan sporty.

Kelebihan: Kombinasi yang baik antara kekuatan dan bobot yang ringan, serta memberikan kekakuan torsional yang sangat baik dan handling* yang tajam. Desainnya juga sering dianggap menarik secara visual.
* Kekurangan: Memiliki biaya produksi lebih tinggi dibandingkan jenis rangka lainnya karena desain dan bahan yang digunakan, serta lebih rumit dan sulit untuk diperbaiki.
Contoh Penggunaan: Umumnya digunakan pada sepeda motor sport, naked bike, superbike, dan motor adventure high-end*.

Jenis Rangka Lainnya yang Perlu Diketahui
Selain ketiga jenis di atas, terdapat beberapa jenis rangka lain yang juga digunakan dalam industri sepeda motor:
* Rangka Diamond: Memiliki desain menyerupai bentuk berlian dan umum digunakan pada sepeda motor sport dan bebek, menawarkan keseimbangan kekakuan dan fleksibilitas.
* Rangka Underbone: Desain ringkas dan simpel yang menempel pada bagian bawah mesin, cocok untuk kendaraan kecil hingga menengah yang mengutamakan kelincahan di perkotaan.
* Rangka Monocoque: Desain di mana seluruh bodi motor juga berfungsi sebagai rangka. Memberikan aerodinamika yang sangat baik, bobot ringan, dan kesan futuristik. Namun, biaya produksi dan perbaikannya sangat tinggi serta kompleks. Contohnya ditemukan pada skuter Vespa Piaggio dan Kawasaki ZX-14R.

Setiap jenis rangka memiliki desain dan konstruksi yang unik, memengaruhi tata letak komponen, distribusi berat kendaraan, serta karakteristik berkendara secara keseluruhan. Pemilihan jenis rangka yang tepat sangat bergantung pada tujuan penggunaan motor, apakah untuk harian, touring, atau balap, serta performa dan desain yang diinginkan pengendara.