:strip_icc()/kly-media-production/medias/916176/original/009190200_1435802335-mobil-2.jpg)
Membeli mobil matic bekas dapat menjadi pilihan yang menarik, terutama bagi mereka yang mendambakan kenyamanan berkendara di tengah lalu lintas padat. Namun, transmisi otomatis yang kompleks memerlukan perhatian ekstra saat membeli unit bekas agar tidak berujung pada biaya perbaikan yang mahal. Berikut adalah enam hal penting yang wajib diketahui sebelum memutuskan untuk meminang mobil matic bekas.
Pertama, periksa kondisi oli transmisi matic. Ini adalah langkah paling krusial. Oli transmisi yang baik umumnya berwarna kemerahan dan bening. Sebaliknya, jika oli tampak hitam pekat atau tercium bau gosong, ini bisa menjadi indikasi bahwa oli sudah lama tidak diganti atau bahkan ada masalah serius pada komponen transmisi akibat panas berlebih atau selip. Apabila oli baru saja diganti namun pemakaian belum lama, kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada bagian internal transmisi.
Kedua, inspeksi bodi transmisi dan kolong mobil untuk mencari kebocoran. Periksa secara menyeluruh area di sekitar transmisi dan kolong mobil. Keberadaan rembesan atau noda oli menandakan adanya kebocoran yang memerlukan perbaikan. Kebocoran oli transmisi dapat mengganggu kinerja sistem hidraulik dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut jika tidak segera ditangani.
Ketiga, perhatikan lampu indikator pada panel instrumen dan kehalusan perpindahan transmisi. Setelah menyalakan mesin, periksa apakah semua lampu indikator transmisi (P, R, N, D, dll.) berfungsi normal. Selama pengujian, pindahkan tuas transmisi ke berbagai posisi. Rasakan apakah ada entakan, getaran tidak wajar, atau suara aneh saat gigi berpindah. Perpindahan gigi yang kasar atau tersendat-sendat, serta adanya delay saat tuas dipindahkan, menunjukkan potensi masalah pada sistem transmisi.
Keempat, cek kondisi mesin secara umum. Hidupkan mesin dan posisikan tuas transmisi pada posisi Netral (N). Dengarkan suara mesin; seharusnya terdengar halus dan stabil. Jika terdengar suara kasar, tidak stabil, atau mencurigakan, bisa jadi ada masalah pada mesin yang dapat memengaruhi performa keseluruhan mobil, termasuk transmisi.
Kelima, lakukan test drive yang komprehensif. Ini merupakan tahapan terpenting untuk mengetahui kondisi mobil matic secara realistis. Selama test drive, coba berbagai mode transmisi (P, R, N, D, dan gigi rendah jika ada) dan rasakan responsnya. Perhatikan akselerasi mobil, apakah terasa tertahan atau terjadi selip saat pedal gas diinjak lebih dalam. Hindari mobil yang terasa loyo atau menunjukkan gejala slip kopling saat diuji akselerasi. Tes juga kemampuan pengereman dan stabilitas mobil saat melaju di berbagai kecepatan. Jika memungkinkan, lakukan tes di area lapang dengan menginjak pedal gas penuh saat tuas di posisi D dan rem diinjak (stall test) untuk mengecek kondisi kopling transmisi.
Terakhir, periksa riwayat servis mobil dan pertimbangkan untuk menggunakan jasa inspektor atau mekanik profesional. Mintalah buku servis atau catatan perawatan kendaraan dari penjual untuk mengetahui riwayat penggantian oli transmisi dan perbaikan yang pernah dilakukan. Transmisi matic merupakan komponen vital dan mahal jika terjadi kerusakan. Biaya perbaikan transmisi matic dapat bervariasi mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah, tergantung tingkat kerusakan dan komponen yang diganti. Menggunakan jasa inspektor mobil bekas atau membawa mobil ke bengkel resmi atau spesialis transmisi matic terdekat akan memberikan pemeriksaan yang lebih mendalam dan akurat, membantu Anda menghindari kerugian di kemudian hari.