Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

CEO Telkomsel Ungkap Strategi Jitu Mengantisipasi Jebakan Gelembung AI

2025-12-20 | 21:20 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-20T14:20:54Z
Ruang Iklan

CEO Telkomsel Ungkap Strategi Jitu Mengantisipasi Jebakan Gelembung AI

Fenomena "gelembung AI" atau AI bubble yang menjadi perbincangan global menyoroti kekhawatiran bahwa ekspektasi dan investasi dalam teknologi kecerdasan buatan melampaui manfaat ekonomi dan keuntungan komersial yang sebenarnya. Situasi ini kerap disamakan dengan gelembung dot-com pada awal tahun 2000-an, di mana valuasi perusahaan teknologi dapat melonjak tanpa didukung nilai riil yang sepadan. Menanggapi tren ini, Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengungkapkan strategi terukur perusahaan telekomunikasi tersebut agar tidak terjebak dalam pusaran investasi yang didorong oleh "fear of missing out" (FOMO) atau ketakutan akan ketinggalan.

Nugroho menjelaskan bahwa Telkomsel tidak terburu-buru mengucurkan investasi besar untuk pengembangan teknologi yang baru berkembang seperti AI, karena perkembangan industri sangat dinamis dalam hal biaya dan ketersediaan infrastruktur. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara investasi dan monetisasi, dengan perhitungan yang matang agar tidak menjadi korban gelembung. Setiap investasi harus memiliki perhitungan pengembalian investasi (ROI) yang jelas.

Strategi Telkomsel berfokus pada adopsi AI secara internal terlebih dahulu untuk efisiensi operasional sebelum mengejar potensi pendapatan melalui penawaran kepada pengguna. Sebagai contoh, Telkomsel adalah operator seluler pertama yang membangun jaringan otonom berbasis AI yang keandalannya telah diakui secara global. Perusahaan ini juga telah mengintegrasikan AI di hampir semua lini bisnisnya, mulai dari layanan pelanggan, keamanan, jaringan, hingga pengembangan produk digital baru.

Selain itu, Telkomsel juga meluncurkan beberapa inisiatif berbasis AI yang memiliki tujuan sosial dan bisnis. Salah satunya adalah Siscamling, sistem berbasis AI untuk mendeteksi dan mencegah penipuan digital melalui telepon dan SMS. Nugroho menegaskan bahwa teknologi AI harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya berorientasi pada profit. Telkomsel juga menghadirkan program edukasi AI berbasis game bernama Sacred Octagon dan meluncurkan Telkomsel AI Innovation Hub bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mendorong inovasi nasional.

Dalam memperkuat ekosistem AI-nya, Telkomsel menjalin kemitraan strategis dengan pemain global seperti OpenAI dan Perplexity, serta berkolaborasi dengan ZTE Corporation untuk menerapkan teknologi AI di seluruh jaringannya. Kolaborasi dengan ZTE ini bertujuan menghadirkan native AI baseband pertama di industri untuk meningkatkan efisiensi energi, kualitas layanan, dan pemeliharaan jaringan berbasis AI. Telkomsel juga telah menggunakan AI prediktif dalam platform pemasarannya, terutama untuk industri perbankan dan keuangan, guna meningkatkan akuisisi dan keterlibatan pelanggan.

Dengan pendekatan yang terukur, Telkomsel berupaya memastikan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menciptakan nilai berkelanjutan bagi perusahaan dan masyarakat, sambil menghindari risiko potensial dari gelembung AI yang mengancam.