:strip_icc()/kly-media-production/medias/5434455/original/040969500_1764927873-Cloudflare_Down_Secara_Global__Layanan_Canva_hingga_Zoom_Error.jpeg)
Pada hari Jumat, layanan digital penting di seluruh dunia mengalami gangguan luas setelah Cloudflare, penyedia infrastruktur internet utama, mengalami pemadaman global. Insiden ini menyebabkan layanan populer seperti Canva dan Zoom, bersama dengan berbagai platform lain, tidak dapat diakses atau mengalami kesalahan serius bagi jutaan pengguna.
Pemadaman yang terjadi pada 5 Desember 2025, ini menandai gangguan signifikan kedua yang dialami Cloudflare dalam waktu kurang dari sebulan, memicu kekhawatiran tentang stabilitas jaringan internet global dan ketergantungan yang terkonsentrasi pada beberapa penyedia infrastruktur utama.
Menurut laporan, pemadaman tersebut memengaruhi berbagai platform dengan jangkauan global. Pengguna Canva, alat desain grafis yang banyak digunakan, tidak dapat mengakses proyek mereka, menghentikan alur kerja bagi para profesional dan individu. Demikian pula, layanan konferensi video Zoom mengalami masalah, mengganggu rapat dan komunikasi jarak jauh. Situs web lain yang juga terdampak termasuk LinkedIn, Shopify, Fortnite, Coinbase, serta platform perdagangan saham di India seperti Zerodha, Groww, Angel One, dan Upstox. Bahkan situs pemantau pemadaman Downdetector sempat tidak dapat diakses akibat degradasi layanan internal Cloudflare sendiri.
Chief Technology Officer (CTO) Cloudflare, Dane Knecht, mengonfirmasi masalah teknis dan mengungkapkan penyebab utamanya adalah penonaktifan fitur logging untuk mengatasi kerentanan CVE React. Pernyataan lain dari Cloudflare juga menyebutkan adanya "masalah dengan Cloudflare Dashboard dan API terkait," serta perubahan pada cara firewall platform menangani permintaan. Pihak perusahaan menekankan bahwa ini bukan serangan siber, melainkan masalah yang berasal dari infrastruktur internal.
Pemadaman ini relatif singkat, dengan beberapa layanan dilaporkan pulih dalam waktu kurang dari satu jam. Cloudflare dengan cepat mengimplementasikan perbaikan dan terus memantau situasi setelah layanan sebagian besar pulih. Namun, insiden ini kembali menyoroti kerentanan internet modern yang sangat bergantung pada segelintir penyedia jaringan pengiriman konten (CDN) dan layanan keamanan. Ketika penyedia besar seperti Cloudflare mengalami gangguan, dampaknya dapat menyebar luas dan dengan cepat memengaruhi sebagian besar layanan online di seluruh dunia. Harga saham Cloudflare juga mengalami penurunan di pasar premarket setelah masalah tersebut dilaporkan.
Sebelumnya, pada 18 November 2025, Cloudflare juga menghadapi pemadaman signifikan yang memengaruhi platform global seperti X, ChatGPT, Spotify, dan Canva. CTO Dane Knecht saat itu menyebut pemadaman tersebut "tidak dapat diterima" dan menjanjikan upaya untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Frekuensi gangguan ini meningkatkan pertanyaan di komunitas teknologi tentang ketahanan layanan online yang penting.