Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Dampak Gangguan Global ChatGPT: Riwayat Obrolan Pengguna Raib

2025-12-03 | 09:49 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T02:49:03Z
Ruang Iklan

Dampak Gangguan Global ChatGPT: Riwayat Obrolan Pengguna Raib

Layanan chatbot kecerdasan buatan (AI) terkemuka, ChatGPT, yang dikembangkan oleh OpenAI, sempat mengalami gangguan global signifikan pada Maret 2023, menyebabkan riwayat percakapan pengguna hilang dan memunculkan kekhawatiran serius mengenai privasi data. Insiden ini terjadi akibat adanya bug dalam perpustakaan sumber terbuka yang digunakan oleh platform, yang tidak hanya membuat riwayat obrolan sebagian pengguna tidak dapat diakses, tetapi juga secara tidak sengaja memperlihatkan beberapa informasi pribadi kepada pengguna lain.

Pada 20 Maret 2023, ChatGPT mengalami gangguan layanan yang menyebabkan platform tersebut luring. Awalnya, masalah ini diketahui menyebabkan beberapa pengguna melihat judul riwayat obrolan pengguna lain pada bilah sisi antarmuka mereka. Lebih lanjut, OpenAI mengungkapkan bahwa terdapat celah keamanan yang memungkinkan sebagian kecil pengguna melihat nama depan dan belakang, alamat email, alamat penagihan, jenis kartu kredit, empat digit terakhir nomor kartu kredit, dan tanggal kedaluwarsa kartu kredit dari 1,2% pelanggan ChatGPT Plus yang aktif selama jendela sembilan jam tertentu antara pukul 01.00 hingga 10.00 pagi Waktu Pasifik pada hari itu. Perlu dicatat bahwa nomor kartu kredit lengkap tidak pernah terekspos.

Penyebab dari insiden ini adalah bug dalam pustaka klien sumber terbuka Redis-py, yang digunakan OpenAI untuk mengelola sesi pengguna dan data cache. Bug tersebut mengakibatkan isolasi data sesi pengguna yang tidak tepat di dalam Redis. Sebuah perubahan yang diperkenalkan pada server pada 20 Maret pukul 01.00 pagi Waktu Pasifik secara tidak sengaja menyebabkan lonjakan pembatalan permintaan Redis, yang pada gilirannya menciptakan probabilitas kecil untuk mengembalikan data yang salah. Hal ini berarti "pintu" antara data pengguna tidak terkunci cukup rapat, memungkinkan beberapa data bocor.

Selama gangguan, riwayat percakapan pengguna sementara waktu tidak tersedia. Meskipun OpenAI berhasil memulihkan sebagian besar layanan dan fitur riwayat obrolan, beberapa jam riwayat obrolan tetap tidak dapat dipulihkan. CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa mereka merasa sangat menyesal atas insiden tersebut. Menanggapi masalah ini, OpenAI segera mengambil tindakan dengan menonaktifkan ChatGPT secara luring, menambal bug yang ditemukan, dan memberi tahu pengguna yang terpengaruh. Perusahaan juga melaporkan detail teknis dari masalah tersebut dan kemudian meluncurkan program imbalan bug untuk membantu mendeteksi masalah di masa mendatang. Insiden ini menjadi pengingat penting akan kerentanan sistem AI berbasis cloud dan perlunya kehati-hatian pengguna dalam memasukkan informasi sensitif ke dalam platform tersebut.