Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Demam Galaxy Z Trifold: Harga Bekasnya Meroket Hingga Rp 113 Juta di Korea Selatan

2025-12-21 | 23:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-21T16:05:00Z
Ruang Iklan

Demam Galaxy Z Trifold: Harga Bekasnya Meroket Hingga Rp 113 Juta di Korea Selatan

Samsung Galaxy Z TriFold, ponsel lipat tiga pertama dari raksasa teknologi Korea Selatan, telah memicu kegilaan pasar di negara asalnya, Korea Selatan, segera setelah peluncuran perdananya pada 12 Desember 2025. Permintaan yang sangat tinggi dan pasokan yang amat terbatas menyebabkan perangkat ini terjual habis dalam hitungan menit, mendorong harga unit bekas di platform daring melonjak drastis hingga mencapai sekitar 10 juta Won Korea (sekitar Rp 105 juta) untuk beberapa penawaran.

Perangkat mutakhir ini, yang mengintegrasikan layar internal 10 inci dengan kemampuan lipat ganda, mewakili puncak inovasi Samsung dalam kategori ponsel lipat. Galaxy Z TriFold dirancang untuk menawarkan perpaduan sempurna antara portabilitas ponsel premium dan produktivitas tablet, didukung oleh chip Snapdragon 8 Elite dan fitur Galaxy AI yang canggih.

Setelah debut resminya, seluruh unit Galaxy Z TriFold ludes terjual di situs Samsung.com dalam lima menit dan di toko fisik hanya dalam hitungan menit. Stok kedua yang tersedia pada 17 Desember juga habis dalam dua menit, menegaskan kelangkaan ekstrem perangkat ini di pasar. Samsung menetapkan harga jual ritel sekitar 3.594.000 Won Korea (sekitar $2.450 USD), namun volume pasokan domestik dilaporkan sangat terbatas, hanya sekitar 3.000 unit.

Kelangkaan ini secara langsung memicu fenomena "scalping" yang signifikan di platform perdagangan barang bekas seperti Karrot dan Joonggonara. Harga jual kembali untuk unit Galaxy Z TriFold yang belum terpakai mencapai antara 3,7 juta hingga 10 juta Won Korea, atau setara hingga sekitar $6.750 USD, hampir tiga kali lipat dari harga eceran awal. Lonjakan harga ini menyoroti permintaan pasar yang luar biasa untuk inovasi form factor terbaru.

TM Roh, Chief Executive Officer dan Kepala Divisi Pengalaman Perangkat (DX) Samsung Electronics, menggarisbawahi bahwa Galaxy Z TriFold memperluas batas-batas kemungkinan untuk pekerjaan, kreativitas, dan koneksi seluler. Liz Lee, Associate Director di Counterpoint Research, mengategorikan peluncuran ini sebagai "pilot strategis" yang bertujuan memperkuat kepemimpinan teknologi Samsung menjelang komersialisasi yang lebih luas. Langkah ini krusial mengingat Apple diperkirakan akan memasuki segmen ponsel lipat pada tahun 2026.

Fenomena ini mengindikasikan pergeseran penting dalam pasar ponsel premium, di mana inovasi form factor dan pengalaman pengguna yang imersif menjadi pendorong utama adopsi. Nabila Popal, Direktur Riset Senior di IDC, memproyeksikan tahun 2026 akan menjadi periode akselerasi yang signifikan bagi kategori ponsel lipat, dengan Samsung Galaxy Z TriFold memimpin inovasi lipat tiga ke konsumen global. Pasar ponsel lipat global diperkirakan akan tumbuh 10% tahun-ke-tahun pada 2025 dan akan mengalami percepatan yang lebih kuat pada 2026.

Meskipun popularitasnya tinggi, Samsung dilaporkan memperoleh keuntungan minimal dari produksi TriFold ini karena tingginya biaya layar baru dan lonjakan harga komponen DRAM serta prosesor. Selain itu, perangkat ini juga dikecualikan dari layanan asuransi Samsung Care+, dengan biaya penggantian layar utama yang mencapai 1,65 hingga 1,83 juta Won Korea. Namun, Samsung menawarkan diskon 50% untuk satu kali perbaikan, sedikit meredakan kekhawatiran konsumen terkait biaya. Tren ini menegaskan bahwa konsumen bersedia membayar mahal untuk teknologi mutakhir yang menawarkan pengalaman baru dan berbeda.