Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Drone Rajawali: Inovasi Respons Bencana Siswa Indonesia Juara Dunia Robotika

2025-12-15 | 19:42 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-15T12:42:26Z
Ruang Iklan

Drone Rajawali: Inovasi Respons Bencana Siswa Indonesia Juara Dunia Robotika

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh pelajar Indonesia di kancah internasional, ketika tiga siswa SMA berhasil membawa inovasi drone mereka, "Rajawali Tanggap Bencana," menjuarai kontes robot dunia. Tim Bayu Sakti, yang beranggotakan Ksatria Wibawa Putra Murti (16) dan Owen Tay Jia Hao (16) dari ACS Jakarta, serta Arga Wibawa (18), lulusan SMA Al Irsyad Satya Islamic School, sukses mengharumkan nama bangsa dalam dua ajang bergengsi sekaligus.

Drone Rajawali, sebuah wahana udara tanpa awak berbasis kecerdasan buatan (AI) yang otonom, dirancang khusus untuk penanganan bencana. Inovasi ini mampu bergerak secara mandiri tanpa bergantung pada GPS, melakukan pemetaan area terdampak, serta mendeteksi berbagai indikator bahaya seperti retakan bangunan, label hazard, dan karat menggunakan teknologi AI dan sensor LIDAR. Ksatria Wibawa Putra Murti menjelaskan bahwa latar belakang pengembangan drone ini berangkat dari kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana, dengan tujuan membantu pemetaan cepat, penilaian risiko, serta menyediakan informasi jalur evakuasi di jam-jam krusial setelah bencana.

Pada Oktober 2025, Tim Bayu Sakti berhasil menembus empat besar dunia dalam kategori Disaster Robotics Drone di ajang World Robot Summit (WRS) 2025 yang digelar di Fukushima, Jepang. Pencapaian ini sangat istimewa mengingat mereka adalah tim termuda dan satu-satunya perwakilan Indonesia dalam kompetisi tersebut, mengalahkan tim-tim lain yang beranggotakan mahasiswa atau peneliti berpengalaman. Drone mereka harus menghadapi berbagai uji ekstrem, termasuk gangguan elektromagnetik dan kerusakan akibat jatuh, namun berhasil membuktikan kapabilitasnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Tim Bayu Sakti kembali mengukir prestasi dengan meraih Juara 1 kategori Innovation Robot pada World Robot Games (WRG) 2025 yang diselenggarakan di Taipei, Taiwan, pada awal Desember 2025. Kemenangan ini juga menjadikan mereka tim Indonesia pertama yang menjuarai kategori inovasi di WRG. Drone Rajawali menggunakan sistem komunikasi radio frekuensi 2,4 GHz, yang dinilai lebih andal dalam kondisi darurat dibandingkan Wi-Fi yang cenderung tidak stabil saat bencana.

Pengembangan Drone Rajawali memakan waktu sekitar enam bulan, dengan fokus pada persiapan untuk bersaing di ajang internasional. Untuk memperkenalkan inovasi ini kepada publik, Tim Bayu Sakti menggelar demonstrasi Drone Rajawali di lingkungan ACS Jakarta pada Senin, 15 Desember 2025, menunjukkan kemampuan drone yang telah melalui berbagai uji ekstrem di kompetisi internasional. Prestasi ini diharapkan menjadi dorongan bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memecahkan masalah global, khususnya di bidang penanggulangan bencana.