Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

FBI Ungkap Modus Penculikan Virtual: Foto Medsos Dijadikan Umpan

2025-12-10 | 21:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-10T14:11:22Z
Ruang Iklan

FBI Ungkap Modus Penculikan Virtual: Foto Medsos Dijadikan Umpan

Federal Bureau of Investigation (FBI) kembali mengeluarkan peringatan keras mengenai maraknya penipuan "penculikan virtual" yang kini semakin canggih, memanfaatkan foto dan video pribadi yang tersebar di media sosial untuk memeras korbannya. Modus operandi para pelaku kejahatan ini melibatkan penggunaan materi visual yang diambil dari profil publik untuk menciptakan bukti palsu seolah-olah anggota keluarga korban benar-benar diculik.

Dalam skema penipuan ini, pelaku biasanya menghubungi korban melalui pesan teks, mengklaim telah menculik orang yang mereka cintai dan menuntut tebusan segera untuk pembebasan mereka. Untuk memperkuat klaim mereka dan menimbulkan kepanikan, penipu mengirimkan foto atau video yang tampak asli sebagai "bukti hidup". Namun, foto atau video tersebut sebenarnya adalah hasil manipulasi dari gambar-gambar yang diambil dari media sosial atau situs lain yang tersedia untuk umum, bahkan tak jarang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat deepfake yang meyakinkan.

Setelah diperiksa lebih lanjut, gambar-gambar hasil manipulasi ini sering kali menunjukkan ketidakakuratan, seperti hilangnya tato atau bekas luka, proporsi tubuh yang tidak wajar, ekspresi atau gestur yang tidak natural, atau latar belakang serta pencahayaan yang tidak konsisten dibandingkan dengan foto asli korban yang dimaksud. Pelaku juga seringkali sengaja mengirimkan foto atau video ini melalui fitur pesan berjangka waktu untuk membatasi kesempatan korban menganalisis keaslian gambar tersebut, sehingga memicu rasa urgensi yang tinggi. Beberapa penipu bahkan dapat memalsukan nomor telepon anggota keluarga untuk lebih meyakinkan korbannya.

FBI menekankan bahwa kasus "penculikan virtual" ini tidak melibatkan penculikan fisik secara nyata. Ini murni merupakan skema pemerasan yang mengandalkan kecepatan dan ketakutan untuk menekan korban agar segera mentransfer uang tebusan.

Untuk melindungi diri dari ancaman ini, FBI menganjurkan beberapa langkah keamanan penting:
* Berhati-hatilah terhadap pesan teks yang tidak diminta yang mengklaim adanya penculikan.
* Selalu berusaha menghubungi langsung orang yang diduga menjadi korban melalui cara komunikasi yang sudah Anda ketahui (telepon, pesan pribadi, atau kontak lain) sebelum mempertimbangkan untuk membayar tuntutan tebusan.
* Buatlah kata sandi rahasia keluarga yang hanya diketahui oleh anggota keluarga inti untuk memverifikasi keaslian komunikasi dalam situasi darurat.
* Batasi informasi pribadi yang Anda bagikan di media sosial, terutama terkait rencana perjalanan atau foto keluarga yang sangat mudah dikenali. Sesuaikan pengaturan privasi akun media sosial Anda.
* Hindari memberikan informasi pribadi kepada orang asing saat bepergian.
* Jika menerima foto atau video sebagai "bukti hidup," segera ambil tangkapan layar atau rekam gambar tersebut untuk membantu analisis lebih lanjut.
* Berhenti sejenak dan pikirkan apakah klaim penculikan itu masuk akal, karena penipu selalu menciptakan rasa urgensi yang palsu.
* Laporkan setiap insiden atau percobaan penipuan "penculikan virtual" ke Internet Crime Complaint Center (IC3) FBI.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan digital, mengingat kecanggihan teknologi, termasuk AI, semakin dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menciptakan realitas palsu yang sulit dibantah.