:strip_icc()/kly-media-production/medias/5364668/original/005495500_1759123106-padel_2.jpg)
Garmin Connect Data Report 2025 telah dirilis, mengungkap gambaran komprehensif tentang tren kebugaran dan olahraga di Indonesia sepanjang tahun ini. Laporan tersebut menyoroti fenomena lonjakan popularitas padel, yang mencatat peningkatan aktivitas pengguna Garmin hingga 1.684 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menjadikan padel sebagai olahraga dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia sepanjang tahun 2025, mengungguli tren lainnya.
Selain padel, laporan ini juga menunjukkan pertumbuhan signifikan pada aktivitas lari lintasan (track running) sebesar 124 persen dan tenis sebesar 113 persen di Indonesia. Latihan kekuatan (strength training) juga mengalami peningkatan pesat di Indonesia, mencapai 65 persen, dibandingkan dengan pertumbuhan global sebesar 29 persen.
Meskipun olahraga baru menunjukkan pertumbuhan yang agresif, aktivitas konvensional tetap mendominasi kebiasaan olahraga masyarakat Indonesia. Lari menempati posisi teratas dengan lebih dari 10,6 juta aktivitas tercatat, diikuti oleh jalan kaki dengan lebih dari 4,7 juta aktivitas, dan latihan kekuatan yang menembus angka 2,3 juta sesi sepanjang tahun 2025.
Secara global, Garmin mencatat peningkatan aktivitas sebesar 8 persen dibandingkan tahun 2024, menandakan partisipasi masyarakat terhadap gaya hidup aktif terus berkembang. Di Indonesia, rata-rata langkah harian pengguna Garmin mencapai 5.818 langkah, menunjukkan peningkatan 8,24 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, lebih dari separuh pengguna Garmin di seluruh dunia mencatat rata-rata lebih dari 8.000 langkah per hari, dengan Hong Kong memimpin dengan 10.663 langkah.
Laporan ini juga menampilkan insight menarik terkait kesehatan global. Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat stres tertinggi di dunia. Namun, ada perbedaan antara gender, di mana perempuan mencatat tingkat stres 3 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki. Dari sisi energi harian, rata-rata peak Body Battery pengguna Indonesia tercatat sebesar 68 persen pada tahun 2025, sedikit menurun dari 70 persen pada tahun 2024, namun masih termasuk dalam 20 besar dunia.
Chandrawidhi Desideriani, Senior Marketing Communication Manager Garmin Indonesia, menyatakan bahwa semakin banyak pengguna Indonesia yang memanfaatkan Garmin Connect untuk memahami pola kesehatan mereka secara lebih mendalam. Peningkatan langkah harian dan tren Body Battery yang stabil menunjukkan bahwa data dapat menjadi alat penting dalam membangun rutinitas kebugaran yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Laporan ini menyoroti perbedaan tren olahraga di berbagai wilayah, termasuk meningkatnya gaya latihan hibrida, munculnya kebiasaan baru seperti pickleball, serta makin seimbangnya porsi latihan kekuatan dan kardio, terutama di kawasan Asia.