Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Harga HP Xiaomi Meroket Akibat Krisis RAM, Samsung dan Apple Kapan Menyusul?

2025-12-27 | 16:08 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T09:08:44Z
Ruang Iklan

Harga HP Xiaomi Meroket Akibat Krisis RAM, Samsung dan Apple Kapan Menyusul?

Krisis pasokan chip memori global telah mendorong Xiaomi untuk menaikkan harga perangkat ponselnya, dengan laporan yang menunjukkan lonjakan signifikan pada model-model terbaru. Lonjakan harga ini diperkirakan akan meluas ke merek-merek lain seperti Samsung dan Apple pada tahun 2026, mengubah lanskap harga smartphone di seluruh segmen.

Kenaikan harga ini bukan semata fluktuasi pasar, melainkan dampak langsung dari "AI Supercycle" dan pergeseran prioritas produksi di industri semikonduktor. Permintaan masif terhadap High Bandwidth Memory (HBM) dan DRAM untuk pusat data kecerdasan buatan (AI) telah mengalihkan sebagian besar kapasitas produksi dari DRAM konvensional yang digunakan di ponsel dan PC. Akibatnya, pasokan memori untuk perangkat konsumen menyusut drastis, mendorong harga kontrak melonjak.

Xiaomi telah menjadi salah satu produsen pertama yang merasakan dampak ini. Xiaomi 17 Ultra varian 12/256GB, misalnya, dibanderol 6.999 yuan di pasar domestik Tiongkok, naik hampir 10% atau 500 yuan dibandingkan pendahulunya, Xiaomi 15 Ultra. Bahkan, beberapa tablet Xiaomi di Tiongkok juga mengalami kenaikan harga antara 100-200 yuan. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, secara terbuka menyatakan bahwa tekanan biaya produksi akan semakin berat pada tahun 2026, menegaskan bahwa kenaikan harga adalah langkah yang tidak terhindarkan untuk menjaga kelangsungan produksi.

Data dari firma riset pasar global mengonfirmasi tren ini akan terus berlanjut. TrendForce memperkirakan harga DRAM akan terus naik di kuartal keempat 2025, dengan kenaikan keseluruhan diperkirakan 8-13% secara kuartalan. Untuk segmen mobile DRAM (LPDDR4X), pasokan berkurang, dan merek mempercepat pembelian untuk mencegah gangguan suplai, yang diproyeksikan akan menaikkan harga lebih dari 10% secara kuartalan. Laporan TrendForce juga memprediksi kenaikan harga memori secara struktural hingga tahun 2026. Sementara itu, International Data Corporation (IDC) dan Counterpoint Research memperkirakan kenaikan harga smartphone global hingga 70 dolar AS atau sekitar Rp 1,1 juta mulai kuartal pertama 2026, didorong oleh lonjakan harga DRAM yang bisa mencapai 70-80%, bahkan hingga 170% dalam kondisi tertentu.

Komponen DRAM menyumbang sekitar 20% dari total biaya material (Bill of Materials/BOM) sebuah smartphone, sehingga lonjakan harganya memiliki dampak langsung pada harga jual akhir. Beberapa laporan menyebutkan harga chip memori Samsung telah naik hingga 60% antara September dan November 2025. Produsen memori besar seperti Samsung dan SK Hynix dikabarkan berencana menaikkan harga DRAM dan NAND hingga 30% untuk kuartal keempat tahun 2024 (Oktober-Desember). Analis Jukan melalui platform X (sebelumnya Twitter) juga melaporkan bahwa Samsung telah menaikkan harga kontrak RAM DDR5-nya lebih dari 100%, dari sekitar 7 dolar AS menjadi 19,50 dolar AS per unit.

Samsung dan Apple, sebagai pemain terbesar di pasar smartphone, diprediksi akan menyusul dengan penyesuaian harga. Analis senior Counterpoint, Yang Wang, menyatakan bahwa Apple dan Samsung berada pada posisi paling siap untuk bertahan dalam beberapa kuartal ke depan karena cadangan kas dan perjanjian pasokan jangka panjang mereka yang memungkinkan pengamanan pasokan memori 12-24 bulan sebelumnya. Namun, Wang juga menegaskan bahwa situasi akan menjadi berat bagi pemain lain yang tidak memiliki ruang gerak sebesar itu untuk menyeimbangkan pangsa pasar dan margin keuntungan, terutama produsen HP asal Tiongkok. Ilham Indrawan, MX Product Marketing Samsung Electronics Indonesia, mengakui isu kenaikan harga komponen menjadi perhatian serius menjelang 2026 dan menyatakan Samsung masih menggodok berbagai skenario strategi.

Dampak jangka panjang dari krisis RAM ini tidak hanya terbatas pada kenaikan harga, tetapi juga berpotensi memengaruhi spesifikasi perangkat. Diperkirakan, ponsel flagship akan mempertahankan RAM di 12GB alih-alih meningkatkannya ke 16GB untuk mengelola biaya. Bahkan, ponsel kelas menengah dan bawah berpotensi kembali ke spesifikasi RAM yang lebih rendah, seperti 6-8GB, atau bahkan 4GB untuk ponsel murah. Pengalihan fokus produksi ke HBM dan DDR5 kelas server, yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi, telah mengakibatkan pasokan DRAM dan NAND Flash untuk pasar konsumen menyusut drastis, memicu kekhawatiran bahwa pemulihan signifikan baru akan terjadi pada tahun 2026 atau 2027, bergantung pada kapasitas produksi baru dan siklus permintaan AI yang melambat. Fenomena ini menandai pergeseran struktural dalam industri memori, di mana pasar konsumen kini menghadapi tantangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya.