Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Indonesia Bangun Superhighway Digital IPv6 Enhanced Net5.5G

2025-12-04 | 21:59 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-04T14:59:14Z
Ruang Iklan

Indonesia Bangun Superhighway Digital IPv6 Enhanced Net5.5G

Indonesia secara resmi meluncurkan inisiatif ambisius untuk membangun jalan tol konektivitas berbasis IPv6 Enhanced Net5.5G, menandai langkah signifikan dalam percepatan transformasi digital nasional. Upaya kolaboratif multi-pemangku kepentingan ini diresmikan dalam konferensi 'IPv6 Enhanced Net5.5G Conference 2025' yang berlangsung di Jakarta pada 4 Desember 2025.

Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong ekonomi digital, memfasilitasi konektivitas gigabit untuk mewujudkan kota cerdas, dan memacu inovasi nasional. Teknologi IPv6, sebagai versi terbaru dari Internet Protocol, menawarkan kapasitas alamat IP yang jauh lebih besar dan fitur keamanan bawaan seperti IPsec, yang krusial untuk melindungi data dan privasi pengguna. Sementara itu, Net5.5G merupakan evolusi dari 5G yang menjanjikan latensi ultra rendah, jaringan yang lebih cerdas, dan dukungan penuh untuk kota cerdas serta kendaraan otonom, didukung oleh teknologi seperti SRv6 Slicing, 400/800GE, dan Wi-Fi 7.

Kemitraan strategis dalam pengembangan infrastruktur ini melibatkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI), serta berbagai operator telekomunikasi, akademisi, dan pelaku industri lainnya. Puncak acara konferensi ditandai dengan peluncuran whitepaper berjudul 'Membangun Jalan Tol Konektivitas Indonesia Berbasis IPv6 dan Net5.5G', yang disusun bersama oleh BAPPENAS dan Kemkomdigi sebagai cetak biru nasional.

Ketua Umum ASIOTI, Teguh Prasetya, menekankan bahwa whitepaper tersebut merupakan fondasi kolaboratif untuk masa depan konektivitas Indonesia, yang akan mendukung ledakan ekonomi digital. Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital BAPPENAS, Dr. Vivi Yulaswati, menambahkan bahwa Net5.5G dan IPv6 Enhanced adalah infrastruktur strategis yang akan mengakselerasi produktivitas nasional dan menciptakan lapangan kerja bernilai tinggi, sejalan dengan Visi Indonesia 2045.

Adopsi IPv6 di Indonesia telah menunjukkan peningkatan signifikan, dari 6 persen pada tahun 2022 menjadi sekitar 15,3 hingga 16 persen pada tahun 2024. Pemerintah menargetkan penetrasi IPv6 mencapai 31 persen pada tahun 2030. Namun, Raden Wijaya Kusumawardhana, Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya KOMDIGI, mengakui bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan, termasuk penetrasi 5G yang baru mencapai 4,4 persen populasi, serta tingkat literasi digital yang masih tertinggal dibandingkan rata-rata ASEAN.

Peta jalan yang ditetapkan dalam dokumen tersebut mencakup akselerasi penerapan dual-stack dan strategi IPv6 untuk periode 2025-2027, diikuti dengan modernisasi jaringan menuju Net5.5G pada periode 2027-2030. Adopsi IPv6 Enhanced Net5.5G juga dianggap krusial untuk keamanan siber, menyediakan arsitektur jaringan yang secara inheren lebih aman dan mendukung kedaulatan data. Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menyatakan bahwa Telkomsel telah membangun fondasi IPv6 yang kuat untuk mendukung Net5.5G. Inisiatif ini juga diharapkan mampu mendukung lebih dari satu miliar perangkat IoT di Indonesia, serta mendorong ekspansi industri lokal dan penciptaan lapangan kerja.