Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Indosat Perkuat Jaringan dengan AI dan 5G Hadapi Lonjakan Trafik Nataru 2025

2025-12-25 | 01:08 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-24T18:08:09Z
Ruang Iklan

Indosat Perkuat Jaringan dengan AI dan 5G Hadapi Lonjakan Trafik Nataru 2025

Indosat Ooredoo Hutchison, salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, secara agresif mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur 5G guna mengantisipasi lonjakan trafik internet yang signifikan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Perusahaan menargetkan optimalisasi jaringan secara adaptif untuk menjaga kualitas layanan di tengah peningkatan aktivitas digital masyarakat.

Lonjakan trafik selama Nataru merupakan fenomena tahunan yang menantang bagi operator telekomunikasi. Pada periode Nataru 2023/2024, Telkomsel mencatat lonjakan trafik broadband hingga 14,08 persen dibandingkan rata-rata harian 2023, dengan puncak trafik mencapai 55,73 Petabyte (PB). Peningkatan ini didominasi oleh akses media sosial (17,80 persen), layanan komunikasi (23,27 persen), video streaming (11,31 persen), dan game online (47,83 persen). Sementara itu, Indosat sendiri mengalami peningkatan trafik data sebesar 8,9% pada malam Tahun Baru 2024 dibandingkan hari normal, dengan lonjakan signifikan di kota-kota besar di Jawa dan luar Jawa seperti Bandung, Balikpapan, dan Medan. Untuk Nataru 2024/2025, Indosat memproyeksikan lonjakan trafik data sekitar 16,58% dibandingkan rata-rata harian, meningkatkan kapasitas jaringan hingga 33%. Menjelang Nataru 2025/2026, Indosat telah meningkatkan kapasitas jaringan hingga 20% dibandingkan rata-rata harian dan menyiagakan 24.600 BTS berbasis AI di Jawa Timur.

Indosat mengandalkan strategi tiga pilar AI: AI Native Telco, AI Native Techco, dan Nation Shaper. Dalam pilar AI Native Telco, Indosat telah mengintegrasikan AI ke seluruh lini produksinya untuk membantu karyawan bekerja lebih baik dan mengoptimalkan kinerja perusahaan. Pemanfaatan AI memungkinkan Indosat untuk memprediksi lonjakan trafik data, mengoptimalkan kapasitas jaringan, dan mempercepat penyelesaian masalah jaringan, yang berkontribusi pada penghematan belanja modal (CAPEX) sebesar 22% menjadi Rp 9,9 triliun pada tahun lalu, sekaligus meningkatkan akurasi perencanaan kapasitas hingga 98%.

Salah satu implementasi kunci AI Indosat adalah Digital Intelligence Operation Center (DIOC) yang diresmikan pada Agustus 2024. DIOC berfungsi sebagai pusat operasi jaringan yang menyediakan wawasan real-time dan manajemen layanan proaktif, mengintegrasikan fungsi Network Operations Center (NOC) dan Service Operations Center (SOC). DIOC memungkinkan Indosat beralih dari penyelesaian masalah reaktif menjadi manajemen layanan proaktif dengan data real-time, mengoptimalkan kinerja jaringan, serta mempercepat penyelesaian masalah pelanggan. EVP Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, Chandra Pradyot Singh, menyatakan bahwa di masa perayaan, konektivitas tidak hanya tentang kecepatan, tetapi juga keandalan dan rasa aman. Pendekatan berbasis AI ini membantu jaringan beradaptasi secara real-time untuk mengelola kepadatan pengguna, menganalisis pola pergerakan, dan mendistribusikan kapasitas secara dinamis.

Bersamaan dengan AI, pengembangan jaringan 5G menjadi elemen krusial dalam menghadapi trafik Nataru 2025. Indosat terus memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas jaringan 5G mereka, termasuk di Jakarta Raya, untuk memastikan layanan yang lebih cepat, stabil, dan aman. Pada Desember 2024, Indosat menandatangani kesepakatan dengan Nokia untuk memperluas jaringan 4G dan 5G, dengan Nokia menyediakan portofolio peralatan AirScale dan solusi FastMile Fixed Wireless Access (FWA). Kolaborasi ini juga merupakan langkah penting menuju integrasi AI ke dalam ekosistem Indosat, membentuk jaringan yang lebih cerdas dan efisien. Indosat juga telah meluncurkan teknologi AIvolusi5G yang menggabungkan jaringan kuat 5G dengan kecanggihan AI untuk pengalaman digital yang lebih aman dan nyaman bagi pelanggan IM3, termasuk perlindungan ekstra SATSPAM berbasis AI untuk mencegah kejahatan digital.

Untuk memperkuat fondasi ini, Indosat bersama Arsari Group dan Northstar Group membentuk perusahaan patungan (joint venture) bernama FiberCo Raya. Indosat mengalihkan aset serat optiknya senilai sekitar Rp 14,6 triliun ke FiberCo, sambil mempertahankan sekitar 45% kepemilikan. Dana dari transaksi ini akan digunakan untuk pengembangan jaringan 5G serta memperkuat fondasi AI Indosat. FiberCo akan mengoperasikan jaringan serat optik sepanjang lebih dari 86.000 kilometer, mencakup jaringan backbone, kabel laut domestik, dan akses infrastruktur yang menghubungkan menara telekomunikasi dan kawasan bisnis, dengan 45% jaringan di Jawa dan 55% di luar Jawa, yang menunjukkan komitmen pada pemerataan konektivitas digital. Deputy CEO dan COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menyebut infrastruktur digital sebagai fundamental baru bagi ketahanan ekonomi, setara dengan energi dan logistik.

Kesiapan Indosat menghadapi Nataru 2025 dengan AI dan 5G ini mencerminkan investasi berkelanjutan dalam teknologi untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada pengalaman pelanggan yang superior dan efisiensi operasional. Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menekankan bahwa kehadiran AI ditambah 5G dapat mengubah kehidupan dan pihaknya telah mengumumkan strategi Northstar AI. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika juga mendorong perusahaan telekomunikasi untuk menggunakan AI dalam memetakan layanan kepada pelanggan dan meningkatkan produktivitas, sekaligus melindungi data pribadi. Indosat menyatakan dukungan penuh dan terlibat aktif dalam penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pengembangan dan pemanfaatan AI di Indonesia, sejalan dengan visi perusahaan sebagai AI Nation Shaper. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mengatasi tantangan trafik musiman, tetapi juga mendorong transformasi digital Indonesia secara menyeluruh.