Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

iOS 26.3 Memberdayakan Perangkat Pihak Ketiga dengan Pairing dan Notifikasi

2025-12-28 | 04:48 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T21:48:19Z
Ruang Iklan

iOS 26.3 Memberdayakan Perangkat Pihak Ketiga dengan Pairing dan Notifikasi

Pembaruan iOS 26.3 akan membuka akses konektivitas dan notifikasi bagi perangkat pihak ketiga, menandai pergeseran signifikan dalam strategi ekosistem tertutup Apple yang selama ini ketat. Kebijakan baru ini, yang diyakini merupakan respons terhadap tekanan regulasi global, khususnya Undang-Undang Pasar Digital (Digital Markets Act/DMA) Uni Eropa, akan memungkinkan perangkat non-Apple untuk terhubung lebih mulus dengan iPhone dan iPad, serta menerima notifikasi langsung dari perangkat iOS.

Langkah ini akan mempermudah pengguna untuk menyambungkan aksesori seperti headphone Sony atau jam tangan pintar berbasis Wear OS ke perangkat iOS mereka dengan proses satu ketukan, mirip dengan pengalaman AirPods. Fitur ini, yang disebut "proximity pairing," akan menghilangkan kebutuhan untuk masuk ke pengaturan Bluetooth secara manual. Selain itu, jam tangan pintar pihak ketiga kini dapat menerima, menampilkan, dan merespons notifikasi dari iPhone, fitur yang sebelumnya sangat terbatas pada Apple Watch. Menurut laporan MacRumors yang merujuk catatan beta iOS 26.3, fitur-fitur ini akan tersedia terbatas di wilayah Uni Eropa terlebih dahulu, dengan target ketersediaan penuh di seluruh blok negara tersebut pada tahun 2026. Juru bicara Komisi Uni Eropa menyatakan kepada The Wall Street Journal bahwa regulasi DMA membuka peluang baru bagi pengembang untuk menghadirkan produk inovatif di pasar Eropa, menyebutnya sebagai "langkah maju menuju ekosistem digital yang lebih terinterkoneksi demi keuntungan seluruh warga Uni Eropa."

Secara historis, Apple dikenal memiliki ekosistem yang sangat tertutup, memberikan kontrol ketat atas perangkat keras dan lunak untuk memastikan integrasi yang mulus dan pengalaman pengguna yang konsisten. Pendekatan ini juga memungkinkan Apple untuk mempertahankan kendali atas penjualan aksesori dan layanan, seringkali dengan komisi hingga 30% untuk transaksi dalam aplikasi. Namun, model bisnis ini telah menarik pengawasan ketat dari regulator antimonopoli di seluruh dunia. Komisi Eropa telah membuka beberapa penyelidikan antimonopoli terhadap Apple, termasuk terkait App Store. Departemen Kehakiman AS juga telah meluncurkan gugatan antimonopoli terhadap Apple pada Maret 2024, menuduh perusahaan memonopoli pasar smartphone dengan secara selektif memberlakukan pembatasan kontrak dan menahan akses penting dari pengembang.

Tekanan regulasi telah semakin intensif dalam beberapa tahun terakhir. Uni Eropa, melalui DMA, telah menetapkan bahwa "gatekeeper" seperti Apple harus menyediakan interoperabilitas gratis dan efektif dengan fitur perangkat keras dan lunak yang dikendalikan oleh atau diakses melalui sistem operasinya. Pada Maret 2025, Komisi Eropa mengeluarkan keputusan yang merinci langkah-langkah yang harus diambil Apple untuk mematuhi kewajiban interoperabilitasnya, yang mencakup sembilan fitur konektivitas iOS yang sebelumnya dibatasi untuk penggunaan eksklusif Apple, seperti konektivitas Wi-Fi peer-to-peer, fitur NFC, dan perangkat pairing. Ini secara spesifik termasuk kemampuan untuk menampilkan notifikasi iOS di layar jam tangan pintar non-Apple dan memiliki pengalaman pairing iPhone yang lancar dengan perangkat lain.

Selain Uni Eropa, negara-negara seperti Brasil, Jepang, dan Korea Selatan juga telah menekan Apple untuk membuka ekosistemnya. Pada akhir 2025, Apple setuju untuk mengizinkan toko aplikasi pihak ketiga dan sistem pembayaran alternatif di perangkat iOS di Brasil sebagai bagian dari penyelesaian kasus antimonopoli dengan regulator persaingan usaha negara tersebut, CADE. Kesepakatan ini, yang mengharuskan Apple untuk menerapkan perubahan dalam waktu 105 hari, dapat menjadi preseden global dan mendorong negara-negara lain untuk menantang praktik bisnis raksasa teknologi.

Implikasi dari perubahan kebijakan ini sangat luas. Bagi konsumen, ini berarti lebih banyak pilihan aksesori dan pengalaman penggunaan yang lebih terintegrasi dengan perangkat yang bukan buatan Apple. Para ahli memprediksi bahwa langkah ini akan mendorong inovasi di pasar aksesori pihak ketiga dan meningkatkan persaingan, yang pada gilirannya dapat menghasilkan produk yang lebih beragam dan terjangkau. Bagi pengembang, akses yang lebih terbuka ke fitur-fitur inti iOS dapat menciptakan peluang baru untuk mengembangkan perangkat keras dan layanan yang lebih kaya fitur.

Namun, Apple sendiri telah menyuarakan kekhawatiran terkait privasi dan keamanan. Perusahaan berpendapat bahwa membuka ekosistem dapat "membuka risiko privasi dan keamanan baru bagi pengguna." Apple menyatakan telah mengerjakan sejumlah perlindungan untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin muncul dari ekosistem aplikasi yang lebih terbuka. Selama ini, Apple secara konsisten mempertahankan model App Store yang tertutup sebagai cara untuk menjaga keamanan dan privasi, memperketat pemeriksaan aplikasi, mengurangi risiko malware, dan melindungi pengguna muda. Para ahli privasi akan memantau ketat bagaimana Apple menyeimbangkan tuntutan interoperabilitas dengan komitmennya terhadap perlindungan data pengguna di masa depan.

Secara keseluruhan, keputusan Apple untuk membuka akses pairing dan notifikasi di iOS 26.3 menandai titik balik penting dalam industri teknologi, mencerminkan era baru di mana tekanan regulasi memaksa perusahaan teknologi raksasa untuk melonggarkan kendali atas ekosistem mereka. Perubahan ini akan membentuk kembali lanskap persaingan, inovasi, dan pengalaman pengguna di seluruh dunia.