:strip_icc()/kly-media-production/medias/5246976/original/079251800_1749513778-iPadOS_26_02.jpg)
Pembaruan perangkat lunak iPadOS 26 yang dirilis Apple pada 15 September 2025 menandai pergeseran signifikan dalam kapabilitas multitasking iPad, secara substansial mendekatkan pengalaman pengguna tablet tersebut ke fungsionalitas komputer Mac. Perusahaan teknologi raksasa itu memperkenalkan sistem jendela yang sepenuhnya baru dan intuitif, memungkinkan pengguna untuk secara fleksibel mengubah ukuran jendela aplikasi, menempatkannya persis di lokasi yang diinginkan, serta membuka lebih banyak jendela secara bersamaan. Ini merupakan respons terhadap permintaan pengguna akan kemampuan kerja yang lebih canggih, memposisikan iPad sebagai perangkat komputasi yang semakin serbaguna.
Sebelum iPadOS 26, evolusi multitasking pada iPad telah melalui beberapa tahapan. Dimulai dengan fitur Split View dan Slide Over yang diperkenalkan pada iOS 9 dan kemudian dikembangkan lebih lanjut di iPadOS 13 dan iPadOS 15, pengguna dapat menjalankan dua aplikasi secara berdampingan atau menumpuk aplikasi ketiga sebagai panel mengambang. Puncaknya adalah Stage Manager di iPadOS 16, yang memungkinkan manajemen jendela yang lebih maju dengan jendela yang dapat tumpang tindih dan dukungan tampilan eksternal. Namun, fitur ini sempat dikritik karena implementasinya yang kurang fleksibel dan terkadang terasa canggung. Pada awal peluncuran iPadOS 26, Apple bahkan sempat menghapus Split View dan Slide Over, menimbulkan frustrasi di kalangan pengguna lama, yang kemudian dikembalikan melalui pembaruan iPadOS 26.2 pada 12 Desember 2025. Pembaruan 26.2 ini mengintegrasikan kembali fungsi-fungsi tersebut dengan cara yang lebih akrab namun sedikit berbeda, memperbaiki alur kerja multitasking yang sebelumnya terganggu.
Sistem jendela baru di iPadOS 26, yang disebut Apple sebagai "desktop-class multitasking interface," memberikan kontrol yang familier untuk menutup, meminimalkan, mengubah ukuran, atau menyusun jendela (tiling), persis seperti di macOS. Menurut Craig Federighi, Senior Vice President of Software Engineering Apple, "iPadOS 26 adalah rilis iPadOS terbesar kami, dengan fitur-fitur canggih yang meningkatkan pengalaman dan mengubah apa yang dapat dilakukan pengguna di iPad." Ia secara khusus menyoroti sistem jendela baru, fitur Apple Intelligence, dan peningkatan manajemen file sebagai pilar utama. Peningkatan ini juga mencakup kompatibilitas yang lebih luas, di mana kini semua model iPad yang mendukung iPadOS 26, termasuk iPad mini, dapat memanfaatkan kemampuan multitasking layaknya Mac.
Implikasi dari perubahan ini sangat luas. Analis industri, termasuk Mark Gurman dari Bloomberg, telah lama memprediksi bahwa Apple akan menghadirkan "iPadOS yang benar-benar 'Pro'," yang mampu memenuhi tuntutan kerja serius. Dengan iPadOS 26, prediksi ini menjadi kenyataan, berpotensi mengubah persepsi iPad dari sekadar perangkat konsumsi media menjadi alat produktivitas yang setara dengan laptop tradisional. Beberapa pengamat bahkan mengemukakan bahwa Apple secara sengaja memposisikan iPad untuk mengkanibalisasi daya tarik massal lini MacBook-nya sendiri, terutama model MacBook Air, yang kini terhimpit di antara iPad yang semakin bertenaga dan Mac mini untuk pengguna stasioner. Selain itu, integrasi fitur seperti Background Tasks API yang memungkinkan aplikasi pihak ketiga menjalankan tugas di latar belakang, serta pembaruan pada aplikasi Files untuk tampilan detail dan pengaturan aplikasi default, semakin memperkuat klaim iPad sebagai platform kerja yang komprehensif.
Ke depan, evolusi iPadOS 26 ini menegaskan visi Apple untuk ekosistem perangkatnya, di mana konvergensi fungsionalitas antara iPad dan Mac akan terus berlanjut, didorong oleh kemampuan pemrosesan chip seri M dan A terbaru. Hal ini membuka jalan bagi integrasi yang lebih dalam dengan fitur kecerdasan buatan Apple Intelligence, menciptakan pengalaman komputasi yang mulus dan intuitif di seluruh perangkat Apple, meskipun tetap mempertahankan identitas unik masing-masing platform. Pengguna dapat mengharapkan peningkatan lebih lanjut dalam personalisasi, efisiensi alur kerja, dan kemampuan perangkat keras yang memanfaatkan peningkatan perangkat lunak ini.