:strip_icc()/kly-media-production/medias/5138024/original/099036200_1739986161-Apple-iPhone-16e-hero-250219_inline.jpg.large_2x.jpg)
Peluncuran iPhone 16e pada Februari 2025, yang diposisikan sebagai tawaran Apple untuk segmen pasar yang lebih terjangkau, telah meredupkan harapan konsumen akan iPhone yang benar-benar murah. Dengan harga mulai dari $599, perangkat ini gagal bersaing secara signifikan dengan jajaran ponsel Android yang telah lama mendominasi segmen harga menengah, menimbulkan pertanyaan serius tentang strategi penetapan harga Apple di pasar yang semakin kompetitif. iPhone 16e, yang dirilis pada 28 Februari 2025 setelah diumumkan pada 19 Februari 2025, menggantikan posisi iPhone SE generasi ketiga dan iPhone 14 dalam lini produk Apple.
Model ini hadir dengan perubahan desain yang substansial dari pendahulunya, mengadopsi tampilan layar penuh dengan Face ID yang mirip dengan iPhone 14, didukung oleh chip A18 dan RAM 8GB, serta kompatibel dengan fitur Apple Intelligence. Namun, lonjakan harga yang mencolok sebesar $170 dari iPhone SE generasi ketiga yang sebelumnya dijual seharga $429, menempatkan iPhone 16e di ujung atas pasar ponsel terjangkau. Posisi harga ini langsung menempatkannya dalam persaingan ketat dengan perangkat Android seperti Google Pixel 8a yang dihargai $499 dan Samsung Galaxy S24 FE yang dimulai dari $650.
Para analis industri dan tinjauan produk menyoroti bahwa di kisaran harga $350 hingga $650, pasar Android menawarkan nilai yang lebih superior. Misalnya, OnePlus 13R disebut-sebut sebagai pilihan ideal untuk rasio kekuatan-ke-harga yang prima di segmen di bawah $600. Perangkat lain seperti Samsung Galaxy A36, Motorola Edge 2025, dan Google Pixel 9a juga menjadi penawaran menarik di segmen menengah, seringkali menawarkan fitur-fitur premium dengan harga yang lebih mudah diakses. Sebuah ulasan bahkan menyatakan bahwa iPhone 16e tidak dianggap cukup baik untuk masuk dalam daftar ponsel kelas menengah terbaik mereka, yang semuanya adalah ponsel Android.
Pasar ponsel pintar kelas menengah global diperkirakan akan mencapai $750 juta pada tahun 2025, didorong oleh kelas menengah yang berkembang di negara-negara berkembang dan permintaan konsumen untuk perangkat kaya fitur dengan harga yang terjangkau. Produsen Android telah proaktif dalam memenuhi permintaan ini dengan mengintegrasikan kemajuan teknologi dari segmen premium, seperti peningkatan kemampuan kamera, prosesor lebih cepat, dan masa pakai baterai yang lebih lama, ke dalam perangkat kelas menengah mereka.
Meskipun Apple berhasil meningkatkan pengiriman secara global sebesar 12% pada Kuartal I 2025, didorong oleh kinerja yang kuat di Amerika Utara, Jepang, dan India, sebagian berkat peluncuran iPhone 16e, pangsa pasar global Apple secara keseluruhan pada Kuartal I 2025 adalah 19%, sedikit di bawah Samsung yang memimpin dengan 20%. Analis Laura Martin mencatat bahwa keputusan Apple untuk menahan harga dasar iPhone 17 pada $799 sejak 2019 mencerminkan strategi harga yang hati-hati, berpotensi memprioritaskan stabilitas volume penjualan di atas pendapatan per perangkat untuk mempertahankan basis pengguna yang luas demi ekosistem layanannya. Namun, peningkatan harga iPhone 16e menunjukkan bahwa Apple juga sedang menavigasi keseimbangan antara harga dan fitur dalam upaya mengejar segmen yang lebih luas, sebuah upaya yang mungkin memerlukan penyesuaian lebih lanjut untuk benar-benar bersaing di pasar ponsel terjangkau.