:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455046/original/079525000_1766623498-iphone-fold-model-02.png)
Model cetak 3D dari unit purwarupa iPhone Fold yang beredar luas di internet baru-baru ini telah mengungkap sebuah desain signifikan, menampilkan bentuk yang ringkas dan menyerupai persegi saat terlipat, mirip dengan seri Oppo Find N. Model fisik ini, yang dikembangkan berdasarkan bocoran render CAD (Computer-Aided Design), memberikan gambaran konkret tentang pendekatan Apple dalam memasuki pasar ponsel lipat yang semakin kompetitif, dengan perkiraan peluncuran pada tahun 2026.
Purwarupa tersebut memperlihatkan perangkat dengan dimensi 120,6 x 83,2 x 9,6 mm saat dilipat, yang cenderung lebih pendek dan lebar dibandingkan sebagian besar ponsel lipat bergaya buku di pasar, seperti seri Samsung Galaxy Z Fold. Ketika dibentangkan, iPhone Fold akan memiliki ukuran 120,6 x 167,6 x 4,8 mm, menampilkan layar internal berukuran 7,76 inci dengan resolusi 2713 x 1920 piksel dan layar penutup 5,49 inci dengan resolusi 1422 x 2088 piksel. Ukuran layar internal ini disebut dirancang untuk kompatibilitas yang lebih baik dengan aplikasi iPad, memungkinkan pengembang untuk tidak melakukan banyak penyesuaian.
Perbandingan dengan Oppo Find N menjadi relevan karena ponsel lipat asal Tiongkok itu dikenal dengan form factor yang lebih kompak dan aspek rasio layar luar yang lebih lebar, sehingga terasa lebih seperti ponsel konvensional saat dilipat. Sudut-sudut layar iPhone Fold yang membulat juga dikatakan mirip dengan Oppo Find N5, berbeda dengan sudut menyiku pada lini Samsung Galaxy Z Fold. Desain ini mengindikasikan bahwa Apple mungkin berupaya menciptakan kategori tersendiri di ekosistemnya, menawarkan pengalaman pengguna yang berbeda dari rival Android.
Sejak tahun 2011, Apple telah mengajukan berbagai paten terkait perangkat berlayar fleksibel dan mekanisme engsel untuk ponsel lipat, dengan pembaruan pada 2016 dan 2020. Paten-paten ini seringkali menyoroti upaya Apple untuk mengatasi masalah umum pada ponsel lipat, seperti lipatan layar yang terlihat jelas. Pendekatan hati-hati Apple dalam inovasi produk baru, sebagaimana terlihat dalam sejarah peluncuran kategori produk sebelumnya, menunjukkan bahwa perusahaan cenderung menunggu hingga teknologi dan pengalaman pengguna mencapai standar yang mereka inginkan sebelum memasuki pasar. Analis industri Ming-Chi Kuo telah memproyeksikan bahwa Apple akan merilis iPhone Fold pada tahun 2026.
Masuknya Apple ke pasar ponsel lipat diperkirakan akan menjadi katalisator signifikan. International Data Corporation (IDC) memproyeksikan pasar ponsel lipat global akan mengalami lonjakan pertumbuhan sebesar 30 persen secara tahunan (YoY) pada tahun 2026, didorong oleh persaingan antara Apple dan Samsung. Kehadiran Apple, meskipun terlambat dibandingkan para pesaingnya, diprediksi akan memberikan validasi global yang dibutuhkan pasar ini, meyakinkan konsumen arus utama tentang durabilitas dan utilitas perangkat layar lipat. Volume penjualan perangkat lipat Apple diperkirakan akan dengan cepat melampaui gabungan penjualan pesaing di tahun-tahun awal, didukung oleh basis pengguna Apple yang besar dan loyal.
Analis memperkirakan iPhone Fold akan dibanderol dengan harga premium, berkisar antara US$2.000 hingga US$2.500, atau setara Rp 33,5 juta hingga Rp 41,8 juta. Selain aspek desain, bocoran spesifikasi juga menyebutkan perangkat ini akan ditenagai oleh chip Apple A20 Pro, modem Apple C2 generasi kedua, dan baterai berkapasitas tinggi. Fitur keamanan Face ID kemungkinan akan digantikan oleh Touch ID yang terintegrasi pada tombol samping, sebuah langkah yang disebut untuk menghemat ruang internal. Meskipun demikian, pasar ponsel lipat masih menghadapi tantangan seperti kerentanan layar pada area lipatan dan biaya produksi komponen yang tinggi, yang membuat harga tetap premium. Kendala produksi juga dapat menjadi isu, dengan laporan yang mengindikasikan bahwa Apple mungkin menghadapi kesulitan dalam memenuhi permintaan yang tinggi untuk teknologi ponsel lipat.