:strip_icc()/kly-media-production/medias/5434518/original/096194600_1764930575-ITSEC_Cybersecurity___AI_Summit_2026_.jpeg)
PT ITSEC Asia Tbk, salah satu penyedia layanan, solusi, dan teknologi keamanan siber terkemuka di kawasan Asia Pasifik, telah mengumumkan akan menyelenggarakan Cybersecurity & AI Summit 2026 di Jakarta. Acara puncak tersebut dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, dengan mengusung tema "Empowering AI and Cyber Resilience in Southeast Asia".
Pengumuman ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, di mana ITSEC Asia memaparkan arah ekspansi regional perusahaan, rencana edukasi keamanan siber, serta dorongan untuk memperkuat peran perempuan di ruang digital melalui inisiatif CSR terbaru mereka, SheCure Digital. Presiden Direktur & CEO PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Dannacher, menekankan bahwa keamanan siber berbasis AI kini menjadi kebutuhan strategis, bukan lagi isu teknis semata. Beliau menyatakan bahwa risiko keamanan siber telah menjadi pembahasan di tingkat pemimpin perusahaan dan para pembuat kebijakan, dan fokus perusahaan bukan hanya pada pertumbuhan pendapatan, tetapi pada pembangunan kerja sama yang tangguh dan tepercaya antar lintas negara untuk memastikan transformasi digital yang aman.
Head of Communications ITSEC Asia, Steve Saerang, menjelaskan visi perusahaan untuk memposisikan Indonesia sebagai pusat dialog keamanan siber dan AI di kawasan. Saerang menyoroti potensi besar Indonesia dengan talenta lokal yang luar biasa untuk menjadi pusat keahlian keamanan siber regional, terutama di tengah meningkatnya ancaman global seperti serangan Cleopatra dan malware baru yang dapat menguasai smartphone hanya dengan satu klik. Summit 2026 dirancang sebagai platform strategis yang akan mempertemukan regulator, Chief Information Security Officer (CISO), pemimpin industri, dan pakar global untuk membahas ancaman siber generasi baru yang diperkuat oleh AI. Diskusi akan mencakup bagaimana negara dan organisasi dapat menyelaraskan ketahanan siber dengan pertumbuhan ekonomi digital, investasi teknologi, serta regulasi yang terus berkembang.
ITSEC Asia sendiri merupakan perusahaan keamanan siber yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (CYBR) dan memiliki lebih dari 350 karyawan di lima negara, termasuk Indonesia, Singapura, Australia, Uni Emirat Arab, dan Mauritius. Perusahaan ini dikenal karena menyediakan layanan seperti penetration testing, penilaian keamanan aplikasi web, serta pengerasan keamanan. Strategi produk ITSEC Asia saat ini berfokus pada operasi keamanan berbasis AI, deteksi ancaman canggih, dan layanan terkelola yang fleksibel untuk sektor teregulasi, infrastruktur kritis, dan organisasi lintas yurisdiksi.
Upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat keamanan siber sejalan dengan langkah-langkah pemerintah Indonesia. Negara ini telah mengambil langkah signifikan dalam mendesentralisasi upaya keamanan sibernya dengan meluncurkan delapan Direktorat Kejahatan Siber regional di berbagai provinsi. Kementerian Ekonomi Kreatif juga telah bermitra dengan asosiasi industri untuk mengembangkan startup lokal di sektor keamanan digital, dengan tujuan menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga produsen teknologi keamanan siber yang mampu bersaing secara global. Pemerintah Indonesia juga telah menekankan pentingnya keamanan siber sebagai tulang punggung kedaulatan digital, dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) secara aktif mencari kerja sama internasional untuk peningkatan kapasitas dan ketahanan siber. Insiden serangan siber baru-baru ini yang menargetkan pusat data nasional Indonesia, yang mengganggu layanan imigrasi di bandara, semakin menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan protokol keamanan yang kuat, sistem deteksi ancaman canggih, dan strategi nasional yang komprehensif untuk melindungi infrastruktur kritis.
Dengan berbagai program yang diluncurkan, ITSEC Asia berharap Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi keamanan siber global, tetapi juga pusat inovasi dan talenta yang mampu memperkuat ketahanan digital kawasan. Summit 2026 diharapkan menjadi titik temu strategis bagi para pengambil keputusan untuk menghubungkan teknologi, regulasi, dan investasi demi mendukung pertumbuhan digital berkelanjutan.