
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital nasional, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang masif, tetapi juga dengan menggenjot literasi digital di berbagai lapisan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa akses digital yang merata dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong ekonomi digital yang inklusif.
Dalam hal infrastruktur, Telkom telah melakukan perluasan jaringan konektivitas secara signifikan ke seluruh penjuru negeri, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hingga akhir 2024, Telkom berhasil menghubungkan Sabang hingga Merauke dengan 177.190 kilometer jaringan serat optik, serta membangun lebih dari 43 ribu menara telekomunikasi untuk memperkuat akses nasional. Anak perusahaan Telkom, Telkomsel, juga telah menginvestasikan puluhan triliun rupiah sejak tahun 2024 untuk memperkuat layanan koneksi, dengan cakupan yang kini menjangkau lebih dari 98% populasi Indonesia melalui 70 ribu Base Transceiver Station (BTS), termasuk 227 ribu BTS 4G dan 1.910 BTS 5G hingga Maret 2025. Telkom juga berkomitmen terhadap keberlanjutan dengan memanfaatkan energi terbarukan seperti panel surya untuk beberapa BTS di wilayah 3T dan mengalihkan 80% limbah kabel serat optik dari pembuangan akhir untuk digunakan kembali. Ke depan, Telkom juga tengah menyiapkan layanan Fixed Wireless Access (FWA) untuk Broadband Wireless Access (BWA) berbasis 5G yang diproyeksikan mulai beroperasi awal 2026, guna mengatasi tantangan "last mile" di daerah dengan topografi sulit. Lebih lanjut, untuk menghadapi era ekonomi digital berbasis kecerdasan buatan (AI), Telkom memperkuat infrastruktur digital dan mengoperasikan 35 pusat data yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, serta membentuk AI Center of Excellence.
Di sisi literasi digital, Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai dari pengguna agar memberikan dampak optimal. Telkom secara aktif memberikan edukasi dan pelatihan kepada berbagai lapisan masyarakat. Salah satu inisiatif terbarunya adalah program Cyberheroes 2025, sebuah program edukasi digital yang dirancang untuk membangun kesadaran dan ketahanan digital di kalangan pelajar. Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyatakan bahwa Cyberheroes bertujuan mencetak generasi muda yang mampu melindungi diri dan lingkungannya di ruang siber, mengingat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 80,66% dengan Generasi Z sebagai pengguna dominan, namun diiringi tantangan serius seperti cyberbullying dan paparan konten negatif.
Program lain yang dicanangkan Telkom meliputi Education Hub sebagai inisiatif berbasis digital untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Education Hub memiliki tiga pilar utama, yaitu Digital Soft Skill, Digital Society, dan Digital Environment, dengan program DigiHeroes yang telah menjangkau ratusan siswa sekolah dasar dan orang tua di Jawa Barat. Telkom juga mendukung digitalisasi sekolah dengan program Digital Learning School, yang selama lima tahun terakhir telah menyalurkan bantuan berupa paket DNA (Device, Network, Application) kepada 1.435 sekolah dan memberikan pelatihan kesadaran kepada lebih dari 31.000 aktor pendidikan di daerah 3T. Selain itu, program Indonesia Digital Learning: Teacher Certification telah meningkatkan kapasitas lebih dari 12.000 guru dalam memanfaatkan sarana digital selama lima tahun terakhir. Untuk mendukung pendidikan digital di wilayah 3T, Telkom dan Telkomsel juga menyalurkan 111.500 GB kuota internet hasil dari Digiland Run 2025. Telkom juga membekali talenta digital melalui program inkubasi Innovillage bagi mahasiswa sociodigipreneurship, yang telah menghasilkan lebih dari 700 inovasi sosial yang berdampak pada hampir 30.000 jiwa. Komitmen ini juga diperkuat dengan dukungan penuh Telkom terhadap Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada November 2025. Melalui berbagai inisiatif ini, Telkom tidak hanya berfungsi sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai akselerator transformasi digital yang holistik.