Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kejutan Pasar: Harga iPhone Air Anjlok Drastis, Mengapa Jadi Perbincangan?

2025-12-30 | 07:04 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-30T00:04:12Z
Ruang Iklan

Kejutan Pasar: Harga iPhone Air Anjlok Drastis, Mengapa Jadi Perbincangan?

Harga jual kembali iPhone Air, model terbaru dari Apple yang diperkenalkan pada September 2025, anjlok rata-rata 44,3% dari harga eceran aslinya dalam sepuluh minggu pertama setelah peluncuran. Penurunan nilai yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, yang menurut data SellCell merupakan yang terburuk bagi model iPhone mana pun sejak 2022, menyoroti tantangan signifikan dalam penerimaan pasar terhadap strategi produk yang mengedepankan desain ultra-tipis di atas fungsionalitas utama yang diharapkan konsumen.

Apple memperkenalkan iPhone Air pada 9 September 2025, sebagai bagian dari seri iPhone 17, menggantikan seri Plus dalam jajaran produknya. Ponsel ini diposisikan sebagai iPhone tertipis yang pernah ada, menonjolkan desain titanium yang ramping dan performa pro berkat cip A19 Pro, dengan harga mulai dari $999 untuk model 256GB, $1.199 untuk 512GB, dan $1.399 untuk 1TB. Namun, dalam kurun waktu 10 minggu sejak dirilis pada 19 September 2025, nilai jual kembali iPhone Air 256GB turun menjadi $596, model 512GB menjadi $660, dan versi 1TB yang paling terdampak, merosot hingga 47,7% menjadi $731.

Penurunan drastis ini sangat kontras dengan kinerja model iPhone 17 lainnya. Seri iPhone 17 standar rata-rata kehilangan 34,6% nilainya dalam periode yang sama, sementara iPhone 17 Pro Max 256GB hanya mengalami depresiasi 26,1%. Analis pasar dan laporan industri mengaitkan rendahnya permintaan ini dengan beberapa kompromi desain utama iPhone Air. Perangkat ini hanya dilengkapi satu kamera, tidak seperti sistem kamera ganda pada iPhone 17 atau tiga kamera pada model Pro, dan dilaporkan memiliki daya tahan baterai yang buruk. Meskipun dipasarkan dengan ketipisan ekstrem 5,6mm, spesifikasi yang tidak sebanding dengan model Pro lainnya pada rentang harga premium menjadi poin kritik.

Sejumlah ahli berpendapat bahwa iPhone Air adalah "eksperimen" Apple dalam miniaturisasi dan "manifesto desain" untuk mengeksplorasi batas-batas teknologi. Namun, SellCell menyarankan bahwa depresiasi yang terus berlanjut hingga minggu kesepuluh, periode di mana nilai sebagian besar iPhone cenderung stabil, menunjukkan "penolakan proposisi nilai fundamental" oleh pasar, bukan sekadar penyesuaian sementara. Konsumen tampaknya memprioritaskan fungsionalitas serbaguna dan daya tahan baterai dibandingkan desain ultra-tipis, terutama pada titik harga premium.

Implikasi jangka panjang dari kinerja iPhone Air yang kurang memuaskan dapat memengaruhi strategi produk Apple di masa depan. Ada spekulasi dan laporan yang bertentangan mengenai masa depan penerusnya, iPhone Air 2. Beberapa sumber mengindikasikan kemungkinan peluncuran pada tahun 2026 atau bahkan 2027, dengan potensi desain ulang yang mencakup sistem kamera ganda untuk mengatasi kekurangan model saat ini. Kegagalan iPhone Air untuk mempertahankan nilainya dapat memaksa Apple untuk mengevaluasi kembali keseimbangan antara inovasi desain dan ekspektasi fungsionalitas konsumen dalam segmen ponsel premiumnya.