Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kiat Jitu Liburan Nataru Bebas Khawatir Bersama Motor Listrik

2025-12-25 | 07:38 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-25T00:38:05Z
Ruang Iklan

Kiat Jitu Liburan Nataru Bebas Khawatir Bersama Motor Listrik

Perjalanan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dengan motor listrik menuntut persiapan matang, khususnya dalam hal strategi pengisian daya dan keselamatan berkendara, mengingat tantangan infrastruktur yang masih berkembang dan karakteristik unik kendaraan ini. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan bahwa pengendara harus memahami lokasi stasiun penukaran baterai (SPBKLU) jika menggunakan sistem battery swap, atau merencanakan waktu pengisian baterai dengan cermat untuk sistem charging, mengingat jarak tempuh riil seringkali 20-30 persen lebih pendek dari klaim pabrikan.

Konteks Historis dan Perkembangan Infrastruktur

Penggunaan kendaraan listrik (EV) di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan. Data dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 mencatat kenaikan EV roda dua mencapai 4.984% dalam lima tahun terakhir, dengan jumlah motor listrik mencapai 167.864 unit per Agustus 2024. Namun, angka ini masih sangat kecil dibandingkan populasi total sepeda motor di Indonesia yang mencapai 132 juta unit pada tahun 2023, sekitar 0,07%. Peningkatan ini mendorong PT PLN (Persero) untuk menyiagakan 4.516 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 2.935 titik strategis untuk periode Nataru 2025/2026, termasuk peningkatan tiga kali lipat jumlah SPKLU di jalur mudik Sumatra-Jawa-Bali dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total 1.515 unit di 865 titik. Jarak antar-SPKLU kini rata-rata sekitar 22 kilometer, bertujuan mengurangi kekhawatiran kehabisan daya atau range anxiety yang kerap dialami pengguna. Fitur "Trip Planner" dan "Antreev" di aplikasi PLN Mobile juga diluncurkan untuk membantu pengguna mencari lokasi SPKLU dan memantau antrean secara real-time, memfasilitasi perjalanan yang lebih terencana.

Implikasi dan Analisis Risiko

Meskipun infrastruktur pengisian daya terus berkembang, tantangan utama bagi pengendara motor listrik tetap terletak pada manajemen baterai dan adaptasi gaya berkendara. Yannes Martinus Pasaribu mengingatkan bahwa berkendara dengan throttle penuh terus-menerus dapat memicu limp mode akibat overheat dan menguras baterai lebih cepat. Pengendara disarankan untuk mengemudi lebih santai, memanfaatkan fitur regenerative braking jika tersedia, yang dapat mengubah energi pengereman menjadi listrik untuk mengisi baterai, sehingga memperpanjang jarak tempuh.

Aspek keselamatan lain yang krusial adalah keheningan motor listrik. Instruktur Safety Riding Astra Motor Sulselbartrabon, Wanny, menyoroti bahwa pengendara lain dan pejalan kaki mungkin tidak menyadari keberadaan motor listrik. Oleh karena itu, penggunaan klakson seperlunya, menyalakan lampu, dan menjaga jarak aman menjadi penting. Selain itu, hujan dan genangan air juga menjadi risiko. Meskipun banyak motor listrik memiliki klaim tahan air dengan standar IP67, pengendara tetap disarankan menghindari genangan tinggi yang dapat merendam controller atau konektor baterai.

Tips dan Prosedur Keamanan

1. Perencanaan Rute dan Pengisian Daya: Identifikasi lokasi SPKLU, Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), atau Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) terdekat di sepanjang rute. PT PLN menyediakan 9.600 unit SPLU untuk roda dua. Bawa charger portable dan adaptor yang sesuai sebagai solusi darurat.
2. Manajemen Baterai Optimal: Isi daya baterai saat kapasitas 20-30 persen dan hentikan pengisian pada 80-90 persen untuk menjaga usia pakai baterai. Hindari overcharging dan pengisian daya saat baterai masih panas. Lakukan pengecekan rutin di service center resmi untuk memastikan semua komponen berfungsi baik, termasuk rem, ban, lampu, dan sistem kelistrikan.
3. Gaya Berkendara Adaptif: Hindari akselerasi mendadak dan throttle penuh secara terus-menerus. Yannes Martinus Pasaribu menyarankan berkendara lebih santai dan hemat tenaga. Manfaatkan regenerative braking untuk efisiensi energi. Instruktur MPM Safety Riding, Hari Setiawan, menekankan bahwa torsi instan motor listrik menuntut kewaspadaan ekstra, terutama di area ramai.
4. Perlengkapan Keselamatan: Kenakan helm SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu yang menutupi mata kaki. Motor listrik wajib dilengkapi lampu depan, belakang, klakson, dan rem yang berfungsi baik.
5. Perhatikan Lingkungan Berkendara: Waspadai kondisi jalan basah dan genangan tinggi. Motor listrik diatur untuk beroperasi di lajur sepeda atau lajur khusus, dan dapat beroperasi di trotoar dengan memperhatikan keselamatan pejalan kaki, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. 45 Tahun 2020.

Implikasi Masa Depan

Peningkatan penggunaan motor listrik untuk perjalanan Nataru mengindikasikan pergeseran perilaku konsumen menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Dukungan infrastruktur dari PLN dan edukasi dari para ahli keselamatan berkendara menjadi krusial dalam mengakselerasi adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan perencanaan yang presisi dan disiplin dalam pengelolaan energi serta adaptasi gaya berkendara, potensi motor listrik sebagai moda transportasi liburan yang aman dan nyaman semakin besar, mendukung tujuan pemerintah untuk mencapai emisi nol bersih di masa depan.