:strip_icc()/kly-media-production/medias/5450929/original/094525300_1766209814-Kelas_DIY_Bersama.jpg)
Pada tanggal 22 Desember 2025, jutaan masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Ibu, sebuah momen refleksi nasional atas peran krusial perempuan dalam pembangunan bangsa yang kini merambah ke ranah digital melalui pemanfaatan bingkai foto Twibbon di berbagai platform media sosial. Perayaan ini, yang jatuh pada hari Senin dan bukan merupakan hari libur nasional, menjadi ajang bagi individu untuk secara visual mengungkapkan apresiasi dan dukungan, menandai pergeseran signifikan dalam ekspresi sentimentil di tengah kancah daring yang semakin padat.
Hari Ibu di Indonesia secara historis berakar kuat pada Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928. Kongres ini, yang mengumpulkan sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatra, membahas isu-isu krusial seperti pendidikan dan perkawinan, menandai kebangkitan perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan memajukan bangsa. Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional kemudian dikukuhkan secara resmi oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, menjadikan peringatan ini lebih dari sekadar perayaan domestik, melainkan pengakuan terhadap peran politis dan nasionalis perempuan.
Dalam dua dekade terakhir, fenomena Twibbon muncul sebagai manifestasi budaya digital yang memungkinkan ekspresi partisipasi kolektif secara visual. Twibbon, yang mulanya populer di Twitter sekitar tahun 2009 untuk kampanye daring, kini telah merambah luas ke platform media sosial lain seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, menjadi "seragam digital" bagi banyak orang untuk merayakan berbagai momen penting, termasuk hari keagamaan, hari nasional, hingga tahun baru. Studi tahun 2023 oleh We Are Social dan Hootsuite menunjukkan bahwa lebih dari 68% pengguna media sosial di Indonesia menggunakan Twibbon saat momen keagamaan, menggarisbawahi posisinya sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya digital. Kemudahan penggunaan Twibbon dalam menyebarkan pesan dan menunjukkan solidaritas menjadi faktor utama di balik popularitasnya, terutama saat jarak fisik memisahkan kerabat dan keluarga.
Hari Ibu 2025 mengusung tema "Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045", yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Tema ini menekankan peran perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, melainkan motor utama perubahan dan agen strategis dalam pembentukan karakter generasi penerus di era digital. Sr. Herdiana Randut, seorang Biarawati dan Aktivis Perempuan, menyoroti peran strategis ibu dalam membentuk karakter anak di era digital melalui pola asuh keluarga, menekankan pentingnya keteladanan dan komunikasi intensif di tengah derasnya pengaruh teknologi. Aktris Dian Sastrowardoyo juga mengemukakan bahwa ibu adalah guru pertama, yang di era digital harus membimbing anak-anak menavigasi dunia maya dengan bijak, tidak hanya melindungi dari konten negatif tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Erni Haris Mawanti, Kabag Umum Setda Pemkab Ponorogo, menambahkan bahwa Hari Ibu 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan momen untuk menyadari bahwa di balik kemajuan dunia yang cepat, doa ibu tetap menjadi jangkar paling kokoh.
Untuk memperingati Hari Ibu 2025 dan memberikan ucapan di media sosial dengan mudah, akses terhadap berbagai desain Twibbon dapat dilakukan melalui beberapa platform daring. Pengguna dapat mencari "Twibbon Hari Ibu 2025" di situs-situs populer seperti Twibbonize.com, Canva, PicsArt, Pixlr, atau Fotor. Platform-platform ini menyediakan ribuan pilihan desain yang dapat disesuaikan. Prosesnya umumnya melibatkan pemilihan desain yang sesuai, pengunggahan foto pribadi, penyesuaian posisi dan ukuran foto dalam bingkai, kemudian pengunduhan hasil akhir untuk dibagikan di media sosial. Para ahli desain menyarankan penggunaan foto beresolusi tinggi, penempatan yang proporsional agar wajah tidak tertutup, serta pemilihan skema warna dan tema yang relevan dengan suasana perayaan. Bahkan, Twibbon animasi atau GIF menjadi opsi modern yang menawarkan efek dinamis, menambah daya tarik visual di platform seperti Instagram dan TikTok.
Penggunaan Twibbon pada Hari Ibu 2025 mencerminkan adaptasi tradisi dalam lanskap digital, memperkuat solidaritas virtual dan mempermudah ekspresi apresiasi melintasi jarak. Ini menandai evolusi cara masyarakat berinteraksi dan merayakan, di mana teknologi menjadi medium untuk menjaga kehangatan hubungan dan melanjutkan nilai-nilai luhur perjuangan perempuan Indonesia. Transformasi ini juga menyoroti bagaimana ibu di era digital berupaya menyeimbangkan tuntutan dunia luar dengan kehangatan rumah, menjaga norma, etika, dan privasi keluarga di tengah derasnya arus informasi.