
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah meningkatkan upaya pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah Sumatra yang terdampak banjir dan tanah longsor dengan menambah 18 titik akses Satria-1 dan 88 unit Starlink. Penambahan ini bertujuan untuk memastikan konektivitas komunikasi tetap tersedia bagi masyarakat dan juga mendukung koordinasi penanganan bencana di lokasi-lokasi yang infrastruktur telekomunikasi daratnya mengalami kerusakan parah.
Kerusakan infrastruktur telekomunikasi akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah menyebabkan terputusnya jalur komunikasi seluler dan internet. Berdasarkan data terbaru, tercatat ribuan menara Base Transceiver Station (BTS) sempat mengalami gangguan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Komdigi, melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), dengan cepat mengerahkan layanan internet darurat berbasis satelit.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan bahwa kebutuhan telekomunikasi di area bencana dapat disokong melalui konektivitas sementara berbasis satelit. Layanan Satria-1, satelit pemerintah, serta Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX, dikerahkan untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi tanpa bergantung pada infrastruktur darat yang banyak mengalami kerusakan. Starlink sendiri sebelumnya telah menggratiskan layanan internet bagi pelanggan baru maupun lama di wilayah terdampak bencana di Sumatra.
Pemasangan titik akses Satria-1 dan unit Starlink ini krusial untuk menjaga komunikasi penanganan krisis tetap berjalan, memungkinkan koordinasi yang cepat dan akurat dalam pengiriman bantuan, rujukan medis, serta operasi penyelamatan. Beberapa lokasi yang menjadi fokus penyebaran perangkat ini antara lain Bandara Dr. Fredric Lumban Tobing Sibolga, SMAN 1 Plus Matauli Pandan, RSUD Pandan, serta kantor BPBD dan kecamatan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Tapanuli Tengah, khususnya, menjadi salah satu daerah paling terdampak di mana listrik dan air masih terputus dan sinyal telekomunikasi sulit dijangkau.
Selain Komdigi, berbagai pihak lain juga turut berperan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memasang perangkat Starlink di daerah banjir Sumatra untuk koordinasi darurat, terutama fokus pada aspek kesehatan dan medis. TNI Angkatan Darat juga turut mendistribusikan puluhan unit Starlink, termasuk 33 unit dari Kemenhan dan 5 unit dari Puskomlekad, ke posko pengungsian dan lokasi terdampak.
Hingga saat ini, pemulihan layanan telekomunikasi pascabencana di Sumatra menunjukkan progres positif. Meskipun demikian, pemerintah terus memperkuat layanan darurat berbasis satelit ini sembari menunggu proses pemulihan infrastruktur jaringan oleh operator seluler di Indonesia rampung sepenuhnya. Upaya kolektif ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan warga tetap terhubung dan penanganan bencana berjalan efektif.