Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Komdigi Jamin Akses Komunikasi Lancar Sepanjang Libur Nataru

2025-12-30 | 19:36 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-30T12:36:01Z
Ruang Iklan

Komdigi Jamin Akses Komunikasi Lancar Sepanjang Libur Nataru

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan kesiagaan penuh untuk memastikan kelancaran layanan telekomunikasi di seluruh Indonesia selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), menghadapi proyeksi lonjakan trafik jaringan hingga 30 persen dibandingkan hari normal. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan komitmen ini seiring dengan peningkatan mobilitas dan ketergantungan masyarakat pada layanan digital selama musim liburan. Pemerintah telah mengaktifkan Posko Nataru yang beroperasi dari 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan fokus menjaga ketersediaan, kualitas, dan keandalan komunikasi di titik-titik strategis seperti bandara, pelabuhan, stasiun, kawasan wisata, dan pusat keramaian.

Langkah antisipatif ini merupakan respons terhadap tren tahunan peningkatan masif penggunaan data dan suara selama Nataru, didorong oleh aktivitas komunikasi, media sosial, video streaming, dan game online. Kementerian Komdigi memprediksi lonjakan trafik jaringan mencapai 30 persen pada momen puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Meutya Hafid, dalam apel siaga di kantor Komdigi pada 19 Desember 2025, secara langsung meminta operator seluler untuk meningkatkan kapasitas Base Transceiver Station (BTS) mereka guna mengakomodasi kebutuhan telekomunikasi yang melonjak ini. Arahan Presiden Prabowo Subianto yang tegas kepada para menteri untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, termasuk di sektor telekomunikasi, menjadi landasan utama kesiapsiagaan ini.

Para penyedia layanan telekomunikasi besar telah merespons dengan menyiapkan infrastruktur dan strategi mitigasi. Telkomsel memproyeksikan rata-rata trafik layanannya selama Nataru 2025/2026 akan naik 17,9 persen dibandingkan hari biasa, dengan lonjakan signifikan pada video streaming (28,3 persen), media sosial (38,1 persen), komunikasi digital (26,9 persen), e-commerce (43,9 persen), dan game daring (23,2 persen). Perusahaan tersebut menyiagakan infrastruktur jaringan di 437 titik keramaian dan mengoptimalkan fungsi jaringan dengan teknologi Autonomous Network berbasis kecerdasan buatan, yang memungkinkan deteksi dan penanganan gangguan secara otomatis. Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memprediksi lonjakan trafik data hingga dua digit, terutama di wilayah Jakarta Raya dan Jawa Barat. Indosat telah memperkuat kapasitas jaringan di 257 BTS di 157 kecamatan di Jawa Barat dan 98 BTS di 59 kecamatan di Outer Jakarta, serta memanfaatkan teknologi AIvolusi5G untuk pengelolaan distribusi kapasitas jaringan secara dinamis dan real-time. Teknologi ini juga mencakup fitur Anti-Spam dan Anti-Scam di tingkat jaringan untuk perlindungan digital pelanggan.

Di sisi infrastruktur, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk turut memastikan kesiapan infrastruktur digitalnya. TelkomGroup menyiagakan 22 posko siaga Nataru 2025/2026, terdiri dari 9 posko utama dan 13 posko anak perusahaan, didukung oleh 13.700 personel yang bertugas 24/7 dari 19 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026. Perusahaan juga telah melakukan perbaikan 31 Sentral Telepon Otomat (STO) di wilayah Sumatera yang terdampak bencana, memastikan beroperasi normal 100 persen, serta mempercepat pemulihan ruas Sibolga-Pematang Siantar-Padang Sidempuan. Selain itu, Komdigi juga menggandeng operator seluler untuk menyediakan paket komunikasi khusus dengan biaya yang lebih terjangkau, serta meluncurkan kanal informasi terpadu Mudikpedia Nataru melalui situs s.id/MudikpediaNataru, yang berisi pemantauan lalu lintas, rekayasa jalan, tarif tol, dan nomor darurat.

Tantangan dalam menjaga layanan telekomunikasi selama Nataru tidak hanya terbatas pada lonjakan trafik. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, juga menyoroti potensi gangguan akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang dapat memengaruhi pasokan listrik dan infrastruktur jaringan. Untuk mengatasi ini, Komdigi mendorong operator untuk menyiapkan pasokan energi cadangan seperti genset dan baterai dalam kapasitas penuh. Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) di berbagai daerah juga ditugaskan untuk bersiaga, melakukan pemantauan intensif di 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk spektrum frekuensi radio di bandar udara guna menjaga kualitas layanan komunikasi.

Kesiapsiagaan menyeluruh ini menunjukkan evolusi dalam pendekatan pemerintah dan industri telekomunikasi untuk menghadapi periode puncak. Jika di masa lalu gangguan jaringan bisa menjadi keluhan umum, koordinasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi canggih seperti AI kini menjadi tulang punggung upaya menjaga konektivitas. Implikasi jangka panjangnya adalah peningkatan resiliensi infrastruktur digital Indonesia, yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi digital dan kehidupan masyarakat yang semakin terhubung. Kemampuan untuk mempertahankan layanan komunikasi yang stabil dan aman, bahkan di tengah tekanan trafik tinggi dan kondisi cuaca ekstrem, menjadi indikator penting kematangan ekosistem telekomunikasi nasional. Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan individu, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan respons darurat, terutama di daerah yang rentan terhadap bencana.