:strip_icc()/kly-media-production/medias/5428635/original/010453600_1764555874-Komdigi_Pasang_10_Titik_Internet_Satelit_SATRIA-1_untuk_Pulihkan_Konektivitas_di_Wilayah_Terdampak_Banjir_Bandang.jpeg)
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengaktifkan sepuluh titik layanan internet darurat berbasis satelit SATRIA-1 di wilayah terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan konektivitas komunikasi bagi masyarakat yang infrastruktur jaringannya terputus akibat bencana.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa penyediaan akses internet darurat ini menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menyatakan bahwa SATRIA-1 hadir sebagai penyelamat ketika jaringan komunikasi terputus, memungkinkan warga untuk kembali terhubung meskipun infrastruktur konektivitas sedang mengalami gangguan.
Satelit SATRIA-1, yang telah beroperasi sejak tahun lalu, memang dirancang khusus untuk menjangkau wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta daerah yang sulit diakses, termasuk saat terjadi bencana besar. Kemampuannya menyediakan koneksi internet tanpa bergantung pada infrastruktur darat menjadikannya solusi ideal dalam situasi darurat seperti banjir bandang yang melanda Sumatera.
Pada Minggu, 30 November 2025, Tim Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi, bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tim Search and Rescue (SAR), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), telah melakukan mobilisasi perangkat ke titik-titik pemasangan. Layanan internet SATRIA-1 ini ditargetkan segera beroperasi penuh untuk mempercepat pemulihan komunikasi di daerah bencana.
Adapun sepuluh lokasi pemasangan layanan internet SATRIA-1 tersebut meliputi:
Di Provinsi Sumatera Utara: Bandara Pinangsori/Dr. Fredric Lumban Tobing di Kabupaten Tapanuli Tengah, dan SMAN 1 Plus Matauli Pandan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Di Provinsi Aceh: Dekat Masjid Baitul Gafur di Kabupaten Aceh Utara, Command Center di Kabupaten Aceh Tengah, Kantor Wali Kota Lhokseumawe di Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Di Provinsi Sumatera Barat: Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak di Kabupaten Agam, dan UPT BNPB Regional Sumatera Barat di Kota Padang.
Menteri Meutya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan akses internet yang disediakan untuk memperoleh informasi resmi dari pemerintah dan terhindar dari berita hoaks pasca-bencana.