:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451352/original/043103400_1766288360-Lenovo_Legion_Monitor_Gen_10_01.jpeg)
Perusahaan teknologi global Lenovo telah meluncurkan lini monitor Legion terbarunya, menawarkan pilihan yang kuat untuk segmen gaming dan produktivitas dengan harga mulai sekitar Rp 1,8 jutaan. Rilis ini mencerminkan strategi agresif Lenovo untuk memperkuat posisinya di pasar monitor yang berkembang pesat, khususnya menargetkan konsumen yang mencari kinerja tinggi dengan anggaran terbatas. Model-model seperti Legion 24-10, Legion 25-10, dan Legion Y27h-30 menjadi bagian dari penawaran terbaru yang memadukan spesifikasi gaming kompetitif dengan fitur-fitur yang relevan untuk lingkungan kerja hibrida.
Peluncuran monitor ini terjadi di tengah pertumbuhan signifikan pasar monitor gaming global, yang diproyeksikan mencapai $35 miliar pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 6,1% dari tahun 2024 hingga 2030. Pendorong utama pertumbuhan ini adalah popularitas e-sports dan kebutuhan akan perangkat keras dengan refresh rate tinggi, waktu respons cepat, dan gamut warna yang luas. Monitor Legion 24-10, misalnya, menawarkan panel Full HD 24 inci dengan refresh rate 240Hz dan waktu respons 0,5ms, menjadikannya pilihan menarik bagi gamer kompetitif. Sementara itu, Legion 25-10 meningkatkan pengalaman ini dengan panel Full HD 24,5 inci dan refresh rate impresif hingga 320Hz, juga dengan waktu respons 0,5ms MPRT. Fitur-fitur seperti AMD FreeSync Premium dan teknologi G-SYNC Compatible pada beberapa model menjamin pengalaman bermain game yang mulus tanpa tearing layar.
Di sisi lain, kebutuhan akan monitor yang adaptif untuk kerja hibrida juga melonjak pasca-pandemi, di mana survei menunjukkan bahwa mayoritas pekerja di Indonesia merasa lebih sejahtera dan produktif dengan model kerja ini. Monitor telah menjadi salah satu peralatan utama yang dibutuhkan karyawan untuk meningkatkan produktivitas, terutama dalam konfigurasi multi-monitor. Legion Y27h-30, dengan panel QHD (2560 x 1440) 27 inci, refresh rate 180Hz, dan waktu respons 0,5ms MPRT, menonjol dengan konektivitas USB Type-C yang mendukung pengiriman daya 75W, memungkinkan pengguna untuk menghubungkan dan mengisi daya laptop atau perangkat lain hanya dengan satu kabel. Fitur ini sangat krusial bagi profesional yang sering beralih antara laptop kantor dan pribadi. Dukungan DisplayHDR 400, gamut warna 95% DCI-P3, dan teknologi Natural Low Blue Light yang disertakan pada model ini juga memberikan kualitas visual yang akurat dan kenyamanan mata untuk sesi kerja yang panjang.
Lenovo, yang pada tahun 2020 menduduki peringkat keempat produsen monitor PC terbesar secara global dengan 10,5% pangsa pasar, terus berupaya memperluas lini produknya di luar monitor kerja dasar. Rilis monitor terbaru dengan penekanan pada harga terjangkau ini merupakan langkah strategis untuk bersaing dengan pemain lain di pasar yang kompetitif, seperti Samsung, Dell, dan ASUS. Tren inovasi seperti Mini LED backlighting dan panel OLED juga semakin menonjol, dengan Lenovo sendiri meluncurkan monitor OLED seperti Legion Pro 27Q-10 di pasar tertentu dengan harga yang sangat kompetitif. Dengan menyediakan monitor dengan spesifikasi canggih pada titik harga yang lebih mudah dijangkau, Lenovo berpotensi mendisrupsi segmen pasar menengah, mendorong adopsi teknologi monitor canggih oleh basis konsumen yang lebih luas untuk kebutuhan gaming maupun profesional. Ini juga menyoroti bagaimana produsen beradaptasi dengan permintaan ganda dari gaya hidup digital modern yang menuntut perangkat serbaguna.