Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Lindungi Mobil Anda: Stop Kebiasaan Rem Tangan di Lampu Merah

2025-12-29 | 04:15 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-28T21:15:15Z
Ruang Iklan

Lindungi Mobil Anda: Stop Kebiasaan Rem Tangan di Lampu Merah

Mengaktifkan rem tangan saat berhenti di lampu merah, sebuah kebiasaan yang umum di kalangan pengemudi untuk mengistirahatkan kaki, ternyata menuai rekomendasi untuk dihindari dari para pakar keselamatan dan teknisi otomotif. Kebiasaan ini, meskipun tampak sepele, memiliki implikasi signifikan terhadap keselamatan berkendara dan potensi kerusakan komponen kendaraan.

Sony Susmana, Trainer dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), pada Desember 2024, secara konsisten menyatakan bahwa penggunaan rem tangan di lampu merah adalah keputusan yang kurang tepat. Menurutnya, hal ini dapat mengurangi kewaspadaan pengemudi terhadap kondisi sekitar. Pengemudi cenderung merasa lebih aman dan santai, memicu aktivitas lain seperti mengecek ponsel atau merias diri, yang sangat mengganggu fokus. Jusri Pulubuhu, Pendiri Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), menambahkan bahwa berhenti dengan rem tangan aktif berisiko fatal jika terjadi tabrakan dari belakang. Mobil seharusnya bergerak mengikuti momentum benturan, bukan statis, untuk mengurangi potensi cedera.

Aspek kritis lainnya adalah sinyal lampu rem. Ketika rem tangan diaktifkan, lampu rem belakang mobil tidak menyala, menghilangkan indikator penting bagi pengendara di belakang bahwa kendaraan sedang berhenti. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika pengendara di belakang melaju cepat dan tidak melihat tanda pengereman. Jusri Pulubuhu menekankan bahwa lampu rem yang menyala adalah "warning system" bagi kendaraan di belakang untuk menjaga jarak aman.

Dari perspektif mekanis, rem tangan dirancang khusus untuk menahan kendaraan saat parkir, terutama di permukaan yang tidak rata, atau sebagai opsi pengereman darurat. Penggunaan berlebihan saat berhenti singkat, seperti di lampu merah, dapat menyebabkan keausan prematur pada sistem rem dan transmisi. Rem tangan konvensional bekerja dengan mengunci roda belakang melalui kabel, sementara rem kaki mengendalikan keempat roda secara hidrolik dengan kekuatan pengereman yang jauh lebih besar. Technical Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi, juga tidak menyarankan penggunaan rem tangan di lampu merah, lebih memilih rem kaki atau fitur brake hold pada mobil-mobil keluaran baru.

Fitur brake hold adalah teknologi modern yang menahan rem secara otomatis saat kendaraan berhenti, bahkan dalam posisi transmisi 'D', tanpa perlu menahan pedal rem atau mengaktifkan rem parkir. Fitur ini, yang biasanya hadir bersama electronic parking brake, dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengemudi dalam situasi seperti kemacetan atau berhenti di tanjakan. Ketika brake hold aktif, mobil tetap diam dan lampu rem tetap menyala, mengatasi dua masalah utama penggunaan rem tangan di lampu merah. Namun, fitur ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti rem parkir saat meninggalkan kendaraan dalam waktu lama.

Meskipun demikian, ada pandangan yang berbeda mengenai penggunaan rem tangan di lampu merah, terutama untuk jangka waktu berhenti yang lebih lama. Marcell Kurniawan, Director Training The Real Driving Center (RDC), pada April 2025, menyarankan penggunaan parking brake atau hand brake di lampu merah karena dianggap lebih aman dari distraksi pengemudi. Beberapa berpendapat bahwa ini memberikan kenyamanan bagi pengendara dan bahkan dapat memperpanjang usia rem kaki. Namun, risiko kampas rem belakang (terutama jenis tromol) menjadi lengket jika rem tangan aktif terlalu lama dan dalam kondisi basah, serta potensi lepasnya kampas rem jika dipaksa melaju, tetap menjadi perhatian.

Secara keseluruhan, konsensus para ahli keselamatan berkendara cenderung mengarah pada rekomendasi untuk tetap menggunakan pedal rem kaki saat berhenti singkat di lampu merah. Ini mempertahankan kewaspadaan pengemudi, memastikan lampu rem menyala sebagai sinyal bagi pengendara lain, dan mencegah potensi masalah mekanis. Perkembangan teknologi dengan fitur brake hold menawarkan solusi yang mengintegrasikan kenyamanan dan keselamatan tanpa mengorbankan indikator visual penting atau menimbulkan risiko komponen. Pengemudi disarankan untuk memahami fungsi spesifik rem tangan sebagai rem parkir dan mengadaptasi kebiasaan berkendara sesuai dengan rekomendasi keselamatan terkini.