Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menguak Lanskap Digital: Update Internet Terkini di Aceh, Sumut, dan Sumbar

2025-12-04 | 04:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T21:26:23Z
Ruang Iklan

Menguak Lanskap Digital: Update Internet Terkini di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) beserta operator telekomunikasi tengah gencar memulihkan dan mengembangkan infrastruktur internet di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Fokus utama saat ini adalah pemulihan jaringan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah-wilayah tersebut, sekaligus melanjutkan upaya pemerataan akses digital.

Di Aceh, wilayah yang paling parah terdampak bencana, dari 2.410 Base Transceiver Station (BTS) yang terimbas, 595 BTS telah kembali beroperasi, sementara 1.819 lainnya masih dalam proses pemulihan per tanggal 2-3 Desember 2025. Sumber lain menyebutkan 51 persen dari 3.414 BTS di Aceh telah aktif kembali, dengan target peningkatan menjadi 75 persen dalam 2x24 jam dan pulih sepenuhnya dalam pekan ini. Pemulihan layanan telekomunikasi baru mencapai sekitar 60 persen per 2 Desember 2025. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menargetkan pemulihan sinyal internet di Aceh meningkat signifikan dalam empat hari, seiring dengan perbaikan pasokan listrik oleh PLN. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, juga menekankan bahwa kendala utama adalah terbatasnya ketersediaan energi akibat padamnya listrik di sejumlah wilayah, dan Komdigi telah berkoordinasi dengan PLN yang menargetkan pemulihan listrik pada Jumat (5/12/2025). Untuk mendukung komunikasi darurat, Komdigi juga telah memfasilitasi penyerahan dua unit Starlink dari Lintasarta sebagai hibah. Telkomsel melaporkan lebih dari 1.430 situs dan 2.400 BTS di Aceh terdampak parah, serta 15 Sentral Telepon Otomat (STO) mengalami masalah operasional, dengan dukungan perahu karet dan perangkat satelit untuk komunikasi darurat. Layanan listrik PLN di Kota Langsa dan jaringan internet di Langsa serta Aceh Tamiang telah pulih sejak Sabtu (29/11/2025) sore dan Senin (1/12/2025) dini hari.

Situasi di Sumatera Utara menunjukkan kemajuan pemulihan yang signifikan. Dari 777 BTS yang terdampak, 239 BTS sudah pulih dan 538 dalam proses pemulihan per tanggal 2-3 Desember 2025. Laporan operator seluler per 2 Desember 2025 menyatakan 90 persen jaringan telekomunikasi di Sumut telah pulih dan beroperasi. Selain itu, Komdigi meluncurkan Program Kampung Internet 2025 di Desa Kramat Gajah, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sebagai bagian dari upaya memperluas akses internet pita lebar tetap ke wilayah pedesaan. Sumut menjadi provinsi paling banyak menerima manfaat dengan 307 titik yang tersebar di Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyepakati langkah percepatan pemerataan akses internet melalui satelit SATRIA-1, pembangunan BTS BAKTI, dan perluasan jaringan fiber optik untuk mengatasi blank spot. Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, menargetkan seluruh wilayah terkoneksi internet gratis pada 2030, dengan pemasangan WiFi gratis tahap awal di delapan kota pada 2026. Telkomsel juga melaporkan sekitar 1.100 situs dan 1.900 BTS terdampak, termasuk 10 STO, terutama akibat putusnya kabel serat optik di ruas Sibolga–Barus, namun jalur backbone di ruas Rantau - Padang Sidempuan dan ruas Sibolga - Barus - Manduamas telah berhasil dipulihkan.

Untuk Sumatera Barat, Komdigi melaporkan bahwa dari 193 total BTS yang terimbas bencana, 39 BTS sudah pulih dan 154 dalam proses pemulihan per tanggal 2-3 Desember 2025. Jaringan telekomunikasi di Sumbar telah pulih 95 persen dan beroperasi per 2 Desember 2025. Komdigi telah mendistribusikan 32 unit internet berbasis satelit Starlink secara gratis ke wilayah terdampak banjir dan longsor untuk memastikan akses komunikasi tetap lancar. Balai Monitor Kelas II Padang Komdigi juga mengoperasikan repeater kebencanaan di puncak Gunung Singgalang yang mampu menjangkau 9 hingga 10 kabupaten dan kota. Dari total 3.739 unit BTS di Sumbar, 154 unit mengalami gangguan, di mana 124 unit terkendala pasokan listrik, 29 unit gangguan transmisi karena putusnya fiber optik, dan 1 unit rusak fisik akibat banjir. Upaya perbaikan mencakup pemulihan 145 BTS. Meskipun cakupan sinyal seluler dan layanan internet di Sumbar sudah luas, masih terdapat 47 titik blank spot dan area sinyal lemah, terutama di daerah pesisir selatan. Telkomsel mencatat lebih dari 190 situs dan 360 BTS terdampak, serta 1 STO, akibat kerusakan infrastruktur dan jalur utama (backbone).

Secara nasional, tingkat penetrasi internet Indonesia pada tahun 2025 mencapai 80,66 persen dari total populasi 284.438.900 jiwa. Pulau Sumatera memiliki penetrasi internet sebesar 77,12 persen dan berkontribusi 20,51 persen terhadap total pengguna internet nasional. Untuk mengatasi kesenjangan akses, teknologi Fixed Wireless Access (FWA) dianggap sebagai solusi yang tepat untuk wilayah yang belum terjangkau serat optik, dengan FWA 5G diproyeksikan mulai beroperasi pada awal 2026. Selain itu, program "Internet Rakyat" akan diperluas ke Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi mulai 2026 melalui kolaborasi antara MyRepublic dan PT Pos Indonesia. Proyek Palapa Ring, yang telah beroperasi sejak Maret 2018 untuk paket Barat, menjadi tulang punggung jaringan serat optik nasional yang bertujuan untuk pemerataan akses pita lebar di seluruh Indonesia. Proyek ini menargetkan 440 kota/kabupaten terhubung dengan internet broadband pada 1 Januari 2019. Kolaborasi antara pemerintah, operator, dan PLN sangat vital untuk memastikan layanan telekomunikasi kembali normal dan mendorong inklusi digital yang merata.