:strip_icc()/kly-media-production/medias/995370/original/077550100_1442805926-shopping-cart-ecommerce-keyboard-ss-1920.jpg)
Riset terbaru dalam kategori "Cyberlife" kembali menegaskan bahwa kecepatan dan harga ongkos kirim merupakan faktor kunci utama dalam menentukan kepuasan belanja daring konsumen di Indonesia. Temuan ini menyoroti bagaimana aspek logistik tidak hanya memengaruhi keputusan pembelian, tetapi juga loyalitas pelanggan terhadap platform e-commerce dan penyedia jasa pengiriman.
Menurut studi yang dilakukan oleh perusahaan riset Snapcart pada bulan Juli 2025, sebanyak 74 persen konsumen e-commerce di Indonesia menganggap kecepatan dan ketepatan waktu pengiriman sebagai faktor utama saat memilih layanan pengiriman. Survei ini melibatkan 500 pengguna Shopee dan menunjukkan bahwa selain ongkos kirim, kecepatan pengiriman menjadi perhatian utama bagi 64 persen responden, diikuti oleh ketepatan waktu sebesar 60 persen. Anggia, Manager Riset Snapcart, menjelaskan bahwa ketepatan waktu sangat memengaruhi keputusan belanja online.
Studi lain dari JEMSI pada April 2024 juga mendukung temuan ini, menyatakan bahwa baik tarif pengiriman maupun kecepatan waktu pengiriman memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan e-commerce. Konsumen saat ini tidak hanya mengharapkan produk berkualitas, tetapi juga layanan pengiriman yang cepat dan efisien. Kecepatan pengiriman yang memenuhi atau bahkan melampaui ekspektasi pelanggan dapat secara langsung meningkatkan tingkat kepuasan mereka. Pengiriman yang cepat dengan kinerja yang lancar diketahui dapat menimbulkan respons positif dari pelanggan dan mendorong loyalitas karena mereka merasa puas dengan layanan yang diberikan.
Platform e-commerce juga semakin gencar berinovasi untuk memenuhi ekspektasi konsumen yang terus meningkat. Sebagai contoh, Shopee Indonesia meluncurkan program Garansi Tepat Waktu (GTW) sejak awal 2024. Program ini memberikan jaminan bahwa pesanan akan tiba sesuai jadwal, dan jika terjadi keterlambatan, pembeli akan menerima voucher kompensasi. Inisiatif ini terbukti berdampak positif pada peningkatan kualitas layanan dan loyalitas terhadap beberapa penyedia logistik, seperti SiCepat yang mencatat peningkatan loyalitas sebesar 16 persen, JNE sebesar 12 persen, dan Anteraja sebesar 10 persen. Dari sisi kecepatan pengiriman, Anteraja mengalami kenaikan 9 persen, sementara Pos Indonesia dan SiCepat sama-sama meningkat 8 persen.
Selain kecepatan, biaya ongkos kirim juga tetap menjadi pertimbangan utama. Survei Snapcart menunjukkan bahwa 74 persen responden mempertimbangkan biaya ongkir sebagai faktor penentu dalam memilih jasa pengiriman di Shopee. Laporan Digital 2024: Indonesia dari We Are Social dan Meltwater pada Januari 2024 juga menyebutkan bahwa diskon, kupon belanja (52,3 persen), dan gratis ongkos kirim merupakan faktor pendorong utama bagi pengguna internet di Indonesia untuk berbelanja daring. Meskipun demikian, terdapat pula studi yang menemukan bahwa promo gratis ongkos kirim tidak selalu memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian secara parsial, meskipun secara simultan bersama faktor lain dapat berpengaruh. Namun, secara umum, insentif gratis ongkos kirim terbukti mampu meningkatkan keputusan pembelian bagi konsumen.
Secara keseluruhan, pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan, terutama kecepatan dan biaya pengiriman, sangat penting bagi keberlangsungan bisnis e-commerce di tengah pasar yang semakin kompetitif. Kolaborasi antara platform e-commerce dan penyedia logistik terus menciptakan standar layanan yang lebih tinggi, mendorong industri untuk terus berinovasi demi pengalaman belanja daring yang lebih memuaskan.