Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menkomdigi Pastikan Konektivitas Internet Aceh Tamiang Pulih Sepenuhnya

2025-12-31 | 03:48 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-30T20:48:11Z
Ruang Iklan

Menkomdigi Pastikan Konektivitas Internet Aceh Tamiang Pulih Sepenuhnya

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pada Selasa, 30 Desember 2025, secara resmi menyatakan bahwa sinyal internet dan layanan telekomunikasi di Kabupaten Aceh Tamiang telah kembali normal pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut sebulan lalu. Pernyataan ini disampaikan setelah Menkomdigi melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak, memastikan upaya pemulihan infrastruktur digital telah rampung sesuai target pemerintah.

Pemulihan jaringan ini menjadi krusial bagi masyarakat yang sempat terisolasi secara komunikasi. Warga seperti Fariani, seorang ibu rumah tangga di Aceh Tamiang, mengungkapkan rasa syukurnya atas pulihnya sinyal. "Alhamdulillah, senang sekali ada sinyal begini bisa menghubungi keluarga, anak yang jauh-jauh. Tadinya seperti orang bingung, mau kemana-mana enggak tahu. Jadi alhamdulillah sekali," ujar Fariani yang ditemui langsung oleh Menkomdigi. Respons serupa datang dari warga lainnya yang merasakan dampak positif langsung, kini dapat melakukan panggilan video dan mengakses berita, yang sangat penting dalam fase pemulihan pascabencana.

Gangguan telekomunikasi di Aceh Tamiang sebelumnya terjadi akibat kerusakan parah pada infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) serta jaringan pendukung lainnya yang diakibatkan oleh bencana alam. Banjir dan longsor menyebabkan putusnya kabel induk dan kerusakan menara BTS, memutus akses komunikasi ribuan penduduk.

Proses normalisasi sinyal merupakan hasil kolaborasi intensif antara Kementerian Komunikasi dan Digital dengan operator seluler utama di Indonesia, termasuk Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart. Menkomdigi Meutya Hafid meninjau langsung ke sejumlah situs BTS yang terdampak untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan layanan. Upaya pemulihan ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan layanan publik dan jaringan telekomunikasi di wilayah bencana dapat pulih sepenuhnya sebelum akhir tahun 2025. "Tugas kami memastikan koneksi internet dan seluler kembali pulih. Karena itu, hari ini kami bersama mitra hadir untuk memastikan bahwa tugas kita masing-masing bisa berjalan maksimal. Pulih sebelum tahun berganti," tegas Meutya Hafid.

Meskipun progres pemulihan di Aceh Tamiang patut diapresiasi, tantangan pemerataan akses internet di Indonesia masih menjadi fokus pemerintah. Tingkat penetrasi internet nasional mencapai 79,5% pada tahun 2024, namun sebaran konektivitas belum merata di seluruh wilayah. Khususnya di wilayah Sumatera, tingkat penetrasi berada di angka 77,34%. Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan 2.500 desa yang belum terkoneksi dapat menikmati layanan internet pada tahun 2026, memprioritaskan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Menteri Meutya Hafid menekankan pentingnya menjaga kualitas jaringan secara berkelanjutan untuk memastikan komunikasi warga tetap stabil, terutama di wilayah yang rawan bencana. Konektivitas yang merata tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan teknis, melainkan prasyarat fundamental untuk transformasi sosial dan ekonomi di era digital.