Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

OpenAI Rilis GPT-5.2: Serangan Balik untuk Gemini 3 Pro

2025-12-21 | 23:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-21T16:11:32Z
Ruang Iklan

OpenAI Rilis GPT-5.2: Serangan Balik untuk Gemini 3 Pro

SINGAPURA — OpenAI, pada 11 Desember 2025, secara resmi meluncurkan seri model kecerdasan buatan generatif terbarunya, GPT-5.2, untuk pengguna berbayar ChatGPT dan pengembang API, sebagai respons langsung terhadap kemajuan pesat Google DeepMind dengan Gemini 3 Pro. Peluncuran ini, yang mencakup varian Instant, Thinking, dan Pro, terjadi hanya sepekan setelah CEO OpenAI, Sam Altman, dilaporkan mendeklarasikan "kode merah" internal menyusul dominasi Gemini 3 Pro dalam berbagai tolok ukur kinerja AI.

Persaingan ketat antara OpenAI dan Google telah membentuk lanskap AI generatif sejak kemunculan ChatGPT pada akhir 2022. Google merespons dengan meluncurkan seri Gemini, yang berkembang pesat dari Gemini 1.0 pada Desember 2023 hingga Gemini 2.5 Pro pada pertengahan 2025, yang dikenal unggul dalam penanganan konteks panjang hingga satu juta token. Puncak persaingan baru-baru ini terjadi dengan rilis Gemini 3 Pro pada 18 November 2025, yang menetapkan standar baru dalam penalaran canggih dan pemahaman multimodal, bahkan mengungguli GPT-5 Pro OpenAI dalam beberapa pengujian, seperti Humanity's Last Exam.

GPT-5.2 hadir sebagai model paling mumpuni dari OpenAI untuk pekerjaan pengetahuan profesional. Model ini menawarkan peningkatan signifikan dalam penalaran, akurasi, pemahaman konteks panjang, pemanggilan alat agen, dan kemampuan visi. OpenAI mengklaim bahwa GPT-5.2 Thinking, salah satu dari tiga model dalam seri ini, mengurangi tingkat halusinasi rata-rata hingga 10,9 persen dibandingkan 16,8 persen pada GPT-5 Thinking, serta menunjukkan kinerja yang unggul pada tugas-tugas rekayasa perangkat lunak dan matematika kompetitif.

Sementara itu, Google Gemini 3 Pro, yang diperkenalkan pada pertengahan November, telah diakui sebagai model terbaik di dunia untuk pemahaman multimodal, mampu memproses teks, gambar, audio, dan video secara simultan. Dengan jendela konteks satu juta token, Gemini 3 Pro dirancang untuk mengatasi masalah keagenan yang paling menantang, dengan kemampuan pengkodean dan penalaran canggih, menjadikannya pilihan kuat untuk analisis data mendalam dan otomatisasi bisnis.

Para ahli industri menilai pergeseran fokus OpenAI ini sebagai langkah strategis untuk mempertahankan posisi terdepan di tengah gempuran inovasi pesaing. Sam Altman, CEO OpenAI, mengisyaratkan bahwa terobosan AI berikutnya akan didefinisikan oleh memori persisten, bukan hanya kemampuan penalaran yang lebih tajam. Hingga kuartal pertama 2026, OpenAI menargetkan rilis model selanjutnya yang akan memberikan "keuntungan signifikan" di atas tingkat GPT-5.2 Pro, mendorong AI dari sekadar kotak obrolan menjadi agen proaktif.

Implikasi dari perlombaan inovasi ini sangat luas bagi pembaca, mulai dari peningkatan produktivitas pribadi hingga transformasi industri secara fundamental. Model AI generatif terbaru ini diharapkan dapat mengotomatisasi proses bisnis, meningkatkan kreativitas, dan mendukung inovasi produk di berbagai sektor seperti manufaktur, kesehatan, dan keamanan siber. Laporan dari PYMNTS Intelligence pada Agustus 2025 menunjukkan bahwa 98 persen pemimpin produk di AS percaya AI generatif akan membentuk kembali operasi dalam tiga tahun ke depan, menggesernya dari proyek eksperimen menjadi kebutuhan infrastruktur.

Namun, adopsi teknologi ini juga menghadapi tantangan, terutama di Indonesia, di mana survei Cisco AI Readiness Index 2025 menunjukkan hanya 19 persen perusahaan yang siap mengadopsi AI, dengan 81 persen lainnya masih kurang memiliki fondasi yang memadai. Meskipun begitu, investasi dalam AI terus meningkat, dengan 55 persen perusahaan mengalokasikan hingga 5 persen anggaran belanja digital mereka untuk AI generatif. Persaingan antara OpenAI dan Google tidak hanya mendorong batas-batas teknologi, tetapi juga memaksa perusahaan dan individu untuk beradaptasi dengan era baru di mana sinergi antara manusia dan mesin menjadi standar.